Ilustrasi anak sedang bersin. (parenting.firstcry.com/Edited by HerStory)
Demam adalah gejala umum COVID-19, tetapi alergi jarang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Sejalan dengan itu, penderita alergi biasanya enggak mengalami nyeri tubuh, menggigil, atau kelelahan ekstrem.
Apakah anak-anak bersin karena cuaca? Mereka kemungkinan besar menderita alergi. Bersin belum diidentifikasi sebagai gejala umum COVID-19.
Gejala alergi didominasi oleh rasa gatal.
“Alergi musiman didominasi oleh rasa gatal,” kata Dr. Burgert. Rasa gatal pada mata, hidung, atau tenggorokan biasanya menunjukkan reaksi alergi.
Jika si kecil memiliki gejala alergi, kemungkinan besar akan membaik dengan antihistamin seperti Zyrtec, Allegra, atau Claritin. Steroid, semprotan hidung, dan obat tetes mata juga dapat meredakan gejala. Antihistamin enggak mungkin efektif melawan COVID-19. Gejala alergi terjadi pada waktu yang dapat diprediksi.
Menurut Dr. Jain dilansir dari Parents.com, banyak anak alergi yang pernah mengalami gejala sebelumnya dan biasanya muncul dalam pola tertentu. Anak-anak dengan alergi ragweed, misalnya, merasa mual selama musim gugur, sedangkan alergi serbuk sari menyerang di musim semi. Alergi dalam ruangan cenderung bertahan sepanjang tahun.
Gejala ini biasanya menjadi lebih buruk ketika seseorang lebih sering terpapar alergen, dan cenderung membaik saat paparan alergen berkurang,” kata Dr. Jain. “Misalnya, seseorang dengan alergi tungau debu mungkin mengalami bersin dan hidung tersumbat saat berada di dalam rumah, tetapi gejala ini dapat membaik setelah menghabiskan beberapa jam di halaman belakang.
Oleh karena itu, gejala alergi dapat terjadi sebentar-sebentar dan dapat bervariasi sepanjang hari atau dalam seminggu. Di sisi lain, gejala COVID-19 cenderung enggak bervariasi dalam tingkat keparahan sepanjang hari.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.