Menu

Peringati Hari Ginjal Dunia, Waspada! Ini Dua Penyebab Penyakit Ginjal Kronik

11 Maret 2020 20:00 WIB
Peringati Hari Ginjal Dunia, Waspada! Ini Dua Penyebab Penyakit Ginjal Kronik

Ilustrasi Ginjal. (Unsplash/Robina Weermeijer)

HerStory, Jakarta —

Hari Ginjal Dunia atau biasa disebut World Kidney Day (WKD) biasa diperingati setiap hari Kamis di minggu ke dua bulan Maret. Pada tahun 2020 ini WKD jatuh tepat di Kamis (12/3/2020). Di Indonesia sendiri, WKD kembali dirayakan dengan mengusung tema ‘Ginjal sehat untuk semua dimana saja’. Ditujukan agar masyarakat semakin waspada dengan deteksi dini penyakit ginjal.

Menurut data global tahun 2019 menunjukkan 1 dari 3 orang di populasi umum memiliki risiko untuk mengalami Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Pada saat ini diperkirakan 10 penduduk dunia terkena PGK, akan tetapi 9 dari 10 orang tersebut enggak menyadari kondisinya. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi ginjal pada awalnya enggak menimbulkan gejala, keluhan biasanya baru timbul ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun.

Baca Juga: Belum Ditemukan Obatnya, Dokter: Virus Corona Bisa Disembuhkan Sendiri Oleh Imun Tubuh

Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit yang bersifat progresif, ketika enggak ditangani secara optimal tentunya akan berujung pada penyakit ginjal tahap akhir atau gagal ginjal. Ketika hal ini terjadi maka diperlukan terapi pengganti ginjal dengan 3 pilihan terapi yaitu hemodialisis atau orang awam biasa menyebut cuci darah, peritoneal dialisis (CAPD) dan transplantasi ginjal.

dr. Aida Lydia, PhD., SpPD-KGH, Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dalam Konferensi Pers World Kidney Day 2020 mengatakan bahwa ada dua penyebab utama orang terjangkit gagal ginjal, yaitu hipertensi dan diabetes.

"Penyebab utama terjadinya gagal ginjal di Indonesia adalah hipertensi 36 diabetes 28%. Cara yang bisa dilakukan untuk menekan angka penyakit dan kematian yang tinggi adalah dengan melakukan pencegahan penyakit ginjal sedini mungkin," tuturnya.

Baca Juga: Catat Ya! Cegah Virus Corona dengan Dua Cara Ampuh Ini

Ia juga mengatakan bahwa menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, masyarakat Indonesia yang terjangkit PGK jumlahnya meningkat 2 kali lipat daripada tahun 2013 lalu.

"Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi PGK sebanyak 3,8 per mil. Jumlah ini meningkat hampir 2 kali lipat apabila dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu 2 per mil. Akan tetapi diperkirakan angka yang sebenarnya lebih tinggi dari itu," tambahnya.

Baca Juga: Duh Ngeri... Ini 5 Tanda Ginjal Rusak pada Wanita, Beauty Wajib Waspada Ya!

Baca Juga: Gak Pake Ribet dan Mahal, Ini 4 Cara Ampuh Atasi Infeksi Ginjal Beauty, Ternyata Bisa Dilakukan di Rumah Lho!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.