Di Indonesia, tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Berbagai masyarakat dan media merayakan hari ini dengan suka cita. Moms bisa melihat logo Google berubah karena ikut memperingati hari ibu. Berbagai media juga turut menampilkan peringatan ini dengan berbagai sudut pandang. Kali ini, HerStory sebagai media yang mengupas kehidupan wanita juga turut merayakannya.

Kemeriahan tentang hari ibu ini disambut dengan suka cita oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pelajar yang memiliki berbagai latar belakang tentang kehidupan seorang ibu ikut menyemarakkan perayaannya tahun ini.

Riska Ayu Kartika, seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi Unsoed memberikan pesan spesial untuk ibunya. Ia berpendapat bahwa hari ibu adalah hari yang spesial baginya karena bersyukur telah dilahirkan oleh seorang ibu yang tangguh. Ibunya yang berprofesi sebagai penjahit menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahnya sakit beberapa tahun silam.

“Ibu itu tangguh dan sabar banget. Meskipun ibuku jadi tulang punggung keluarga, ibu ngga pernah ngeluh. Saking kagumnya sama ibuku, aku juga belajar banyak dari ibu. Selamat hari ibu untuk satu-satunya wanita yang selalu mendukung jalan yang aku pilih sampai saat ini,” tutur wanita berusia 21 tahun itu.

Ada lagi Laras Sukma Imansari. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsoed yang terkenal enerjik ini punya cerita lain tentang ibunya. Sosok ibu yang akrab dipanggil Bu Dewi ini menjadi wonder woman di hidupnya. Ia yang harus merasakan pahitnya perpisahan kedua orang tua kini tetap tegar berkat dukungan sang ibu.

“Ibuku dengan segala pergolakan hidupnya cukup membuatku percaya bahwa masalah hidup bisa dilewati dan berlalu. Ombak hidup pernah menerjang hatinya keras sekali, pun semangatnya tak pernah padam meski kami berdua pernah remuk redam. Selamat Hari Ibu, Bu Dewi cintaku,” kata Laras dengan penuh rasa bangga

Beda cerita dengan Reni Setyawati. Mahasiswi yang akrab dipanggil Ren ini sudah terbiasa hidup mandiri ini punya pesan khusus untuk ibunya. Mahasiswi yang sudah lama berbeda kota sejak ia berada di bangku SMA ini mengaku bangga punya ibu yang ngga capek mengingatkannya.

“Happy Mother’s Day, buk. Sehat-sehat terus ya biar bisa pamerin ke dunia kalau nanti adek udah keren. Vitaminnya diminum, jangan didiemin ya,” ujarnya dengan santai.

Euforia Hari Ibu juga dirasakan oleh Syifa Nurul Hidayah. Meskipun ibunya kini sudah tenang di sana, ia juga turut merayakannya dengan penuh suka cita. Mahasiswi jurusan Hubungan Internasional itu selalu mengingat ibunya sebagai sosok yang kuat dan sabar.

“Happy Mother’s Day Ibu. Terima kasih ya bu udah mengajarkan banyak hal. Syifa kangen banget masakan ibu yang dimasakin kalau Syifa pulang ke rumah. Bahagia selalu di Surga ya, Bu! Love you so much ibu, Al-Fatihah,” ungkapnya dengan penuh haru.

Baca Juga: Inspirasi Ucapan Hari Ibu dalam Bahasa Inggris, Cocok Untuk Ibu, Istri, atau Mertua

Hari Ibu memang sepatutnya dirayakan dengan suka cita. Bagi siapapun, ada atau tiadanya ibu kalian, ia tetaplah sosok yang patut untuk dibanggakan. Selamat Hari Ibu, semua wanita tangguh di luar sana.