Ilustrasi kolesterol dalam tubuh. (Pinterest/Edited by herstory)
Beberapa faktor keturunan sulit dikendalikan. Sebab itu, perlu diingat ya Moms, penting untuk mengerahui riwayat penyakit keluarga. Ini dapat membantu mengurangi potensi penyakit turun-menurun seperti kolesterol tinggi pada anak.
Anak-anak yang menderita diabetes, penyakit ginjal atau hati, dan hipotiroidisme juga berisiko terkena kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi pada anak-anak dan orang dewasa didefinisikan dengan total lebih dari 200 mg/dL. Secara khusus, LDL atau trigliserida lebih besar dari 130 mg/dL atau HDL kurang dari 40 mg/L dianggap abnormal.
American Academy of Pediatrics dan National Heart, Lung and Blood Institute merekomendasikan skrining lipid universal untuk anak-anak usia 9-11 dan 17-21 tahun guna mencegah potensi kolesterol tinggi.
Meski kolesterol tinggi juga menghantui anak anak, Moms tetap bisa berupaya untuk mencegah penyakit ini lho. Moms dapat membantu meningkatkan kolesterol baik anak dengan menambahkan lemak tak jenuh tunggal ke dalam makanan.
Lemak sehat dapat membantu membawa kolesterol anak ke tingkat yang sehat. Selain itu, mengonsumsi biji-bijian utuh bersama buah-buahan serta sayuran berserat tinggi dapat membantu kadar kolesterol pada anak.
Baiknya, hindari makanan yang dapat meningkatkan kolesterol jahat. Lemak jenuh harus membentuk tak sekitar 8-10i keseluruhan asupan lemak anak.
Adapun, makanan tinggi lemak jenuh yang harus dibatasi, meliputi daging sapi, lemak babi, mentega, eskrim, dan keju.
Semoga informasinya bermanfaat, ya Moms!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.