Ilustrasi wanita melahirkan (Unsplash/Sharon McCutcheon)
Tidak hanya terjadi selama kehamilan, mual dan muntah dapat terjadi selama persalinan. Terutama selama tahap aktif dan ketika sang Ibu mendorong bayi keluar.
Tahap persalinan pertama meliputi fase laten (persalinan dini), fase aktif, dan fase transisi. Tetapi terkadang fase-fase ini tidak terjadi secepat yang seharusnya.
Perineum, daerah antara vagina dan anus yang dapat robek saat persalinan apabila lubang vagina tidak cukup lebar. Sekitar 90 persen wanita mengalami robekan vagina selama persalinan. Robekan tingkat pertama atau kedua mungkin hanya menyebabkan ketidaknyamanan kecil dalam beberapa minggu, namun robekan tingkat ketiga atau keempat membutuhkan waktu lebih dari beberapa minggu untuk sembuh.
Keluarnya bayi bukanlah akhir dari persalinan. Biasanya beberapa wanita akan mengalami retensi plasenta, atau kondisi ketika plasenta masih berada di dalam rahim.
Hal yang normal saat mengalami kontraksi untuk melanjutkan postpartum, karena tubuh perlu mengeluarkan plasenta dari rahim. Kontraksi juga diperlukan untuk mengurangi jumlah pendarahan postpartum.
"Pengeluaran plasenta sering terjadi dengan sendirinya dalam 30 menit setelah persalinan karena plasenta terpisah dari dinding rahim dan didorong keluar dengan kontraksi," lanjutnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.