Menu

Mitos-Mitos Ini Selalu Menghantui Mereka yang Punya Kecenderungan Self Harm

30 Desember 2020 16:00 WIB
Mitos-Mitos Ini Selalu Menghantui Mereka yang Punya Kecenderungan Self Harm

Ilustrasi self-harm (Pexels)

3. Melakukan Self-Harm Berarti Ingin Mati

Mitos tentang self-harm selanjutnya engga kalah sering terdengar. Orang yang melukai dirinya sendiri dikaitkan dengan keinginan untuk bunuh diri. Padahal engga seperti itu lho, Beauty. Self-harm dilakukan sebagai cara untuk melampiaskan emosi negatif, bukan bertujuan untuk bunuh diri. Meskipun dilakukan secara sadar, orang yang melakukannya engga berniat untuk mati kok. Seringkali saat mereka sudah mendapatkan rasa sakit itu, beban yang mereka terima akan sedikit berkurang dan terasa sedikit ringan. Melukai diri sendiri dianggap sebagai satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan. Nah kalau sudah tahu, jangan melabeli orang yang self-harm punya keinginan untuk mati ya.

4. Hanya Dilakukan Perempuan dan Remaja

Beauty sering mendengar perkataan “Ah itu karena kamu masih remaja, jadi labil dan engga bisa mengatasi emosi” atau “Perempuan emang emosional, jadinya begitu deh” ? Perkataan seperti itu sering banget kita dengar kalau yang melakukan self-harm adalah remaja atau perempuan. Riset memang membuktikan kalau 60-70% orang yang melakukan self-harm adalah perempuan. Tapi, 30-40% nya adalah laki-laki. Keadaan ini engga memandang jenis kelamin orang yang menderitanya. Engga cuma itu aja, bahkan anak-anak hingga dewasa juga berpeluang melukai diri sendiri. Jadi, jangan anggap yang bisa melukai diri sendiri hanya jenis kelamin atau usia tertentu saja ya Beauty.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan