Beauty, pasti kamu udah enggak asing lagi dengan istilah rambut adalah mahkota wanita, benar enggak? Istilah itu bukan bualan belaka, tetapi memang terjadi di dunia nyata! Para wanita pasti menjaga rambutnya sedemikian rupa demi memaksimalkan penampilannya. Meski dirawat sebegitunya, ternyata masalah pasti akan terjadi, salah satunya yang paling umum adalah ketombe.

Memiliki rambut berketombe tentunya menurunkan rasa percaya diri. Setiap orang yang mengalami hal itu pastinya akan melakukan segala cara demi memusnahkan bintik-bintik putih yang melekat di kulit kepala. Cara yang paling sering dilakukan adalah dengan rutin keramas. Sebenarnya seberapa sering sih keramas jika memiliki rambut yang ketombean?

Baca Juga: Punya Rambut Berwarna dan Bingung Seberapa Sering Harus Keramas? Ini Jawabannya

Menurut Julie Russak, MD, pendiri Klinik Dermatologi Russak di New York, Amerika Serikat, ketombe pada rambut disebabkan oleh minyak alami pada kulit kepala. Saat kondisi kulit kepala sedang berminyak, muncul spesies ragi yang membuat kulit kepala jadi meradang.

"Ketombe disebabkan ketika pertumbuhan berlebih dari spesies ragi menyebabkan peradangan pada kulit, dan kelebihan produksi sebum dan minyak meningkatkan pergantian sel, yang semuanya merupakan penyebab serpihan putih pada kulit kepala," tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk gunakan shampo anti-ketombe yang dapat mengeksfoliasi kulit kepala atau mengandung anti ketombe yang telah terbukti, seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole. Dan Cucinello menyarankan jika memilki rambut berketombe, jangan terlalu sering keramas. Cukup keramaslah setiap dua hari sekali.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.