Enggak orang Indonesia namanya kalau enggak makan nasi. Mau makan sebanyak apapun kalau enggak sama nasi rasanya enggak makan ya. Pikiran kalau enggak makan nasi itu enggak makan yang bikin orang Indonesia jadi negara dengan konsumsi beras tertinggi di Asia Tenggara. Akibatnya kita enggak terbiasa dengan jenis karbohidrat lain dan sangat bergantung pada nasi. Tapi, kalau kita makan nasi berlebihan juga punya dampak buruk ke tubuh. Salah satunya bisa menyebabkan penyakit tertentu seperti diabetes. Kok bisa, padahal nasi itu kan karbohodrat, bukan gula?

Nasi emang bisa bikin diabetes karena nasi adalah jenis karbohidrat sederhana. Karbohidrat dari nasi yang kita makan akan diubah menjadi gula biar kita kuat beraktivitas. Sayangnya, karbohidrat yang terkandung di nasi adlah karbohidrat sederhana dan enggak bertahan lama. Ini bisa bikin kita cepat lapar dan akhirnya makan nasi lagi. Selain itu, kalau kita makan nasi tapi enggak beraktivitas dengan maksimal akan meninggalkan sisa karbohidrat yang enggak dibakar oleh tubuh. Sisa-sisa ini yang bisa bahaya buat kesehatan. Dampaknya, Beauty bisa mengalami berbagai masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes.

Baca Juga: Moms, Lakukan Hal Ini Jika si Kecil Tolak Makan Nasi!

Karena itu, secara enggak langsung nasi bikin kadar gula darah orang Indonesia juga cukup tinggi. Meskipun banyak faktor lain seperti pola hidup, tapi enggak bisa dihindari kalau konsumsi nasi putih juga salah satu penyebabnya. Kalau Beauty udah berniat untuk menguranginya, sebaiknya Beauty kurangi secara perlahan. Secara ideal, nasi enggak boleh dimakan lebih dari 400-500 gram per hari atau setara dengan 4-5 kepal nasi per hari. Jadi mulai sekarang Beauty bisa pelan-pelan mengurangi konsumsi nasi putih ya. Beauty juga bisa menggantinya dengan karbohidrat kompleks seperti kentang atau nasi merah.