Ilustrasi bayi sedang tertidur. (Unsplash/Emmalee Couturier)
Penyakit ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr yang terdapat di dalam air liur dan dapat menyebar melalui mencium atau bersin. Bayi yang mengalami kondisi ini dapat menunjukkan gejala seperti demam, lemas, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Sariawan pada bayi disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Ketika seseorang mencium bayi, jamur ini dapat berpindah ke dalam mulut bayi dan menyebabkan sariawan.
Gejala yang muncul antara lain bercak-bercak atau lapisan putih di dalam mulut, lidah, langit-langit, serta gusi bayi yang tampak kering dan pecah-pecah, rewel, dan enggan menyusu.
Bakteri Meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri merupakan kondisi serius yang dapat membahayakan nyawa bayi. Gejala-gejala yang muncul antara lain lemas, demam, kejang, leher kaku, muntah-muntah, dan sulit dibangunkan.
ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Virus atau bakteri penyebab ISPA juga terkandung di air liur dan dapat ditularkan ketika bayi dicium atau saat orang tersebut batuk atau bersin di dekat bayi. Gejala yang muncul antara lain batuk pilek, demam, dan sesak napas.
Pneumonia yang merupakan radang paru-paru, dapat dengan mudah menjangkiti bayi yang sering dicium. Penyebab penyakit ini dapat berasal dari virus, bakteri, atau jamur, dan dapat menyebar melalui tangan atau benda yang terkontaminasi, selain melalui percikan air liur.
Beberapa gejala yang bisa timbul saat anak mengalami pneumonia adalah batuk, sesak napas, demam, gak bergairah atau tampak lemas, dan nafsu makan menurun. Bayi yang menderita pneumonia perlu segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.