Vaksin mRNA-1273, calon obat baru dari virus corona sudah mulai dilakukan uji coba kepada manusia. Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Moderna ini berkolaborasi dengan para peneliti dari National Institutes of Health (NIH).

Vaksin ini mulai dilakukan uji coba terhadap 45 partisipan dengan dosis yang berbeda oleh para ilmuwan di Kaiser Permanente Wasinghton Helath Research Institute di Seattle, Amerika Serikat, sejak Senin (16/3/2020) kemarin.

Baca Juga: Jennifer Haller, Wanita Pertama yang Jadi Relawan Uji Cova Vaksin Corona

Melansir dari laman Forbes, Rabu (18/3/2020), uji coba yang dilakukan terhadap 45 partisipan orang dewasa ini akan diberikan dua suntikan dengan rentang waktu 28 hari.

Para peneliti akan memantau dan mengevaluasi keamanan dan imunogenisitas dari vaksin tersebut. Mereka akan melihat seberapa baik vaksin merangsang respon kekebalan terhadap protein pada permukaan coronavirus SARS-CoV2.

Kepala Medical Officer di Moderna, Tal Zasks, MD, Ph.D mengatakan, studi ini merupakan langkah awal dalam pengembangan klinis vaksin mRNA terhadap SARS-CoV2. Ia berharap dari uji coba tersebut dapat menginformasikan mengenai keamanan dan imunogenisitas. 

Beauty, kamu perlu tahu kalau para peneliti di Pusat Penelitian Vaksin di NIH menyelasaikan desain vaksin dan mulai memproduksinya dalam waktu dua hari. Batch pertama diselesaikan pada 7 Februari 2020 lalu. Pada 24 Februari setelah pengujian analistis perusahaan mengirimnya ke NIH.

Baca Juga: Penting! Begini Alur Deteksi Penemuan Kasus Virus Corona

"Menemukan vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 adalah prioritas kesehatan yang mendesak. Studi Fase 1 ini diluncurkan dalam kecepatan rekor, merupakan langkah pertama yang penting untuk mencapai tujuan itu," ujar kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di NIH, Anthony S. Fauci, MD.

Sebuah pernyataan yang ditulis Universitas Cambridge mengatakan, vaksin mRNA Moderna ini enggak seperti vaksin norrmal. Vaksin RNA bekerja dengan memperkenalkan urutan mRNA (molekul yang membahas sel apa yang harus dikembangkan) atau antigen pada penyakit tertentu.

"Setelah masuk ke dalam tubuh antigen ini akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh demi melawan virus corona," tulis keterangan tersebut seperti yang dikutip dari Foxnews.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.