Saat virus corona mulai menyebar ke banyak negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah sering kali menggunakan kata isolasi, karantina, dan social distancing. Apalagi saat virus corona masuk Ke Indonesia. Pemerintah pun banyak yang menggunakan istilah-istilah tersebut. 

Bagi sebagian orang istilah-istilah tersebut mungkin memiliki makna yang sama. Namun, ternyata isolasi, karantina, dan social distancing  memiliki makna yang berbeda. Kamu harus memahaminya ya, Beauty!

Baca Juga: COVID-19 Kian Merebak, Yuk Mengenal Vaksin mRNA-1273 Calon Obat Virus Corona!

Simak baik-baik agar kamu enggak salah mengartikan lagi!

Isolasi

Isolasi adalah tingkat pemisahan paling ekstrem. Isolasi biasanya dipicu oleh diagnosis individu yang positif terjangkit virus corona. Saat diisolasi, pasien hanya boleh berhubungan dengan tenaga medis saja. Pasien yang diisolasi tersebut harus dirawat dan dipantau sampai sembuh total.

Karantina

Karantina merupakan aktivitas yang ditujukan untuk memantau diri sendiri. Memperhatikan dan mengamati gejala-gejala dalam tubuh adalah bagian dari karantina. Biasanya, karantina dilakukan apabila seseorang diduga telah melakukan kontak fisik dengan pasien yang positif terjangkit virus corona. 

Social Distancing

Social distancing adalah suatu kegiatan individu untuk melakukan pencegahan. Melakukan segala aktivitas di dalam rumah merupakan bentuk dari social distancing. Dengan adanya virus corona ini, social distancing membuat jarak sejauh 1,82 meter dari satu individu ke individu yang lain.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.