Ilustrasi penyakit jantung. (pinterest/freepik)
Beauty, pernah mendengar metode CRT atau terapi resinkronisasi jantung? CRT merupakan metode terbaru dalam mengatasi permasalahan bilik jantung yang tidak dapat berkontraksi dengan baik.
Terapi CRT digunakan untuk menurunkan risiko terkena gagal jantung. Penggunaan CRT dilakukan untuk membantu meningkatkan irama jantung dan gejala yang terkait dengan aritmia.
Alat CRT dapat mensinkronkan detak dinding jantung supaya kerja lebih baik menggunakan alat bernama alat pacu jantung biventrikular.
Penggunaan alat tersebut bekerja dengan mengirimkan sinyal listrik ke kedua bilik bawah jantung (ventrikel kanan dan kiri), yang kemudian akan memicu ventrikel untuk berkontraksi dengan cara yang lebih terkoordinasi, yang meningkatkan pemompaan darah keluar dari jantung.
Dikatakan oleh dr. Simon Salim, Sp.PD-KKV, Mkes, AIFO, FINASIM, FACP, FICA, terapi resinkronisasi jantung digunakan pada pasien yang memiliki gangguan irama jantung dan diduga berisiko terkena gagal jantung.
"Ketika mengalami gagal jantung, otot-otot jantung akan melemah seiring waktu dan mungkin tidak dapat memompa cukup darah untuk menopang tubuh," jelas dr. Simon.
Jika semakin memburuk, ini dapat menyebabkan asupan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh semakin berkurang.
Sebelum menentukan apakah seseorang membutuhkan CRT atau terapi resinkronisasi jantung, dokter perlu memeriksa terlebih dahulu kesehatan jantung, diikuti pemeriksaan menyeluruh dengan cardiac imaging.
Peru diketahui sebelumnya, dr. Simon menjelaskan bahwa adanya pertimbangan pemasangan CRT jika seseorang menunjukan beberapa gejala seperti:
Sebelum operasi pemasangan CRT, dokter akan menginstruksikan pasien terkait hal yang harus dilakukan dan hindari, seperti tidak makan dan minum dan tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Maka, penting bagi pasien memberikan detail dan riwayat kesehatan serta obat-obatan agar prosedur dapat berjalan dengan lancar.
Selama operasi, pasien berada dalam pengaruh obat suntik sehingga tubuh lebih rileks dan mengantuk. Prosedur biasanya akan berjalan selama 30 - 90 menit tergantung dari respon dan kondisi tubuh pasien selama masa operasi.
Dokter akan memulai prosedur dengan memberikan sayatan kecil di dekat tulang selangka untuk menaruh selang kateter untuk pemasangan alat CRT.
informasi lebih lanjut di halaman selanjutnya ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.