Jenazah Muhammad Fajri, pria obesitas 300 kg sedang dimakamkan (Sumber: ANTARA)
Muhammad Fajri meninggal dunia usai mendapatkan perawatan selama 2 minggu di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis (22/6/2023) pukul 01.25 WIB. Adapun penyebab pria yang berbobot 300 kg ini meninggal adakan adanya infeksi multiple.
KSM Anestesiologi dan Perawatan Intensif RSCM dr. Sidharta Kusuma Manggala mengatakan Fajri sempat mengalami syok septik akibat komplikasi infeksi berat sebelum meninggal.
"Betul (syok septik)," kata dr Sidharta, melansir beberapa sumber.
Syok septik merupakan salah satu kondisi darurat yang ditandai dengan terganggunya aliran darah akibat infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ bahkan mengancam nyawa.
Melansir laman Alodokter, syok merupakan kondisi kegagalan fungsi aliran darah untuk menghantarkan nutrisi dan oksigen ke jaringan dalam tubuh. Dalam kasus syok septik, kondisi ini muncul karena adanya komplikasi dari infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Adapun gejala syok septik adalah sebagai berikut:
Tekanan darah rendah yang gak berhasil diatasi dengan pemberian cairan
Frekuensi napas semakin cepat
Demam tinggi dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius.
Denyut nadi cepat, tetapi lemah
Sakit kepala
Sianosis
Nyeri otot hebat
Gelisah
Penurunan kesadaran
Produksi urine menurun atau gak keluar urine sama sekali
Peningkatan kadar gula darah melewati batas normal
Jika penderita mengalami syok septik, butuh pengawasan ketat dari tim medis. Ada beberapa pertolongan yang dapat diberikan, yaitu:
Simak penjelasan terkait pertolongan syok septik di halaman selanjutnya ya!
Ketika mengalami syok septik, dokter akan memberikan tambahan oksigen menggunakan alat bantu pernapasan, seperti intubasi endotrakeal atau prosedur memasukkan alat bantu napas berupa tabung ke dalam tenggorokan melalui mulut atau hidung agar jaringan tubuh gak mengalami kekurangan oksigen.
Untuk mengembalikan volume cairan tubuh yang terganggu saat mengalami syok septik, pasien akan diberikan cairan infus. Pemilihan jenis cairan dan jumlah cairan akan disesuaikan dengan kondisi pasien serta pertimbangan dokter.
Pada syok septik, kondisi hipotensi biasanya gak membaik hanya dengan pemberian cairan infus sehingga dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah, seperti vasopressin.
Saat pasien mengalami syok septik, pemberian antibiotik diperlukan untuk mengatasi infeksi bakteri yang menjadi penyebabnya. Jenis antibiotik yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang menginfeksi tubuh.
Obat-obatan lainnya juga akan diberikan untuk meringankan gejala dan mendukung fungsi tubuh, misalnya pemberian anti nyeri yang disuntikkan untuk meredakan gejala nyeri atau insulin apabila terjadi peningkatan kadar gula darah ekstrem.
Selain penanganan tersebut, dokter dapat melakukan tindakan khusus sesuai dengan kondisi pasien. Misalnya cuci darah untuk mendukung fungsi ginjal atau tindakan pembedahan jika ada lokasi infeksi yang perlu dioperasi, seperti pengeluaran nanah dari jaringan abses atau pengangkatan jaringan mati akibat gangrene.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.