Ilustrasi makanan yang mengandung karbohidrat (Freepik/Edited by HerStory)
Kadar gula darah sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tingkat stres, istirahat, hingga kesehatan. Namun, makanan adalah salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi kadar gula darah.
Hal ini terjadi karena hasil akhir pemecahan karbohidrat dalam tubuh adalah berupa gula atau glukosa. Glukosa akan masuk ke dalam peredaran darah menuju ke seluruh sel-sel tubuh. Diabetisi memiliki kondisi di mana tubuh tidak dapat memasukkan gula ke dalam sel-sel tubuh karena gangguan pada insulin.
Insulin diproduksi oleh pankreas dan membantu masuknya glukosa dari darah ke sel-sel tubuh. Tanpa insulin atau bila insulin ada namun tidak bekerja optimal, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel.
Bila diabetisi mengkonsumsi karbohidrat secara berlebihan maka kadar gula darah akan semakin tinggi. Bila kondisi tersebut dibiarkan maka akan muncul berbagai macam masalah kesehatan.
Meski banyaknya asumsi berkeliaran mengenai diabetes, diabetisi tetap masih diperbolehkan untuk mengkonsumsi karbohidrat. Hanya saja takaran dalam sekali penyajian makanan harus dibatasi.
Takaran karbohidrat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pada setiap diabetisi. Untuk mencegah gula darah meningkat, dianjurkan untuk membatasi konsumsi karbohidrat hingga 10, 15, hingga 25 gram per penyajian.
Untuk mengetahui pasti, diabetisi bisa mengkonsultasikan diet dengan dokter atau ahli nutrisi di rumah sakit, terutama jika Beauty mengidap diabetes melitus tipe 1, mengharuskan untuk mengkonsumsi insulin secara rutin.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.