Kedutan yang terkadang terjadi di mata (Shutterstock)
Kamu juga perlu mencari dokter yang tepat dan berpengalaman. Cara ini juga disarankan oleh dr. Sophia Pujiastuti, SpM(K), MM, yang melakukan transfer knowledge kepada kolega dokter di kliniknya agar hasil operasi sesuai standar.
Sebagai calon pasien, kamu juga perlu waspada terhadap janji-janji manis yang ditawarkan banyak klinik.
“Tenang saja, operasi ini 100 persen under control, kok. Pasti sesuai harapan.” Daripada percaya kata-kata manis, lebih baik Anda tanyakan data statistik klinik tersebut,” kata dr. Sophia.
Selanjutnya, kamu bisa mencari review berdasarkan pengalaman pasien sebelumnya yang menulis pengalamannya saat menjalani operasi mata di klinik yang ingin dituju.
“Biasanya, orang yang akan dioperasi ingin mendengarkan pendapat orang lain yang sudah pernah menjalani operasi serupa. Di sinilah testimoni memainkan peran yang cukup penting. Pasien yang telah melewati proses operasi bisa menceritakan bahwa ternyata dioperasi mata dengan teknologi laser itu tidak sakit, lho. Ditambah lagi, jika yang memberi testimoni adalah public figure, seperti artis atau presenter,” terang dr. Sophia.
Ia menyarankan, calon pasien tidak hanya mempelajari review berupa kata-kata dan dalam bentuk video. Dengan begitu, kamu bisa melihat ekspresi wajah dari para pasien, sehingga kamu merasakan bahwa cerita pengalamannya memang tulus.
Terdapat berbagai jenis operasi mata yang disesuaikan dengan kebutuh pasien. Karena itu, penting untuk memerhatikan tujuan utama menjalankan operasi mata.
“Karena ingin lepas dari ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak, Anda memilih operasi laser untuk menghilangkan minus,” kata dr. Sophia.
Karena itu, ketika rasa stres menyerang, fokuslah kembali pada tujuan operasi. Ditambah bekal informasi yang tepat, kamu akan bisa menjalani operasi mata tanpa rasa takut dan khawatir lagi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.