Tak peduli seberapa sehat hubungan suami istri, pasti ada saja pertengkaran yang terjadi di sana-sini. Betul enggak, Beauty? Dan biasanya pertengkaran itu bukan disebabkan oleh masalah yang besar. Sebagai suami istri yang sudah dikarunia buah hati, pertengkaran yang dilakukan saat anak sedang berada disekitar tentunya akan memberikan dampak yang buruk.

Saat orang tua, saat berbincang dengan baik dan menjaga intonasinya tetap lembut menunjukkan kepada anak bagaimana cara menangani perselisihan dengan cara yang sehat. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa pertengkaran orang tua mempengaruhi kesehatan mental anak-anak. Pertengkaran fisik dan verbal hanyalah beberapa interaksi toxic yang di masa depan akan menyebabkan kerusakan emosional pada seorang anak.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak?

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa seorang anak usia 6 bulan dapat dipengaruhi secara negatif oleh argumen orangtua yang keras. Tak hanya anak bayi yang bisa terpengaruh, penelitian lain menunjukkan bahwa dari usia balita hingga usia 19 tahun sangat peka terhadap konflik yang terjadi pernikahan orang tua mereka.

Hal itu menunjukkan bahwa anak-anak dari segala usia, mulai dari bayi sampai dewasa, tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh bagaimana cara orang tua mereka dalam mengatasi masalah yang berujung pertengkaran. Para peneliti percaya pernikahan berkonflik tinggi berdampak pada kesehatan mental anak karena beberapa alasan.

Pertama, anak-anak secara emosional merasa tak aman. Ketika orang tua bertengkar, anak cenderung merasa khawatir bahwa orang tuanya akan bercerai atau mereka bertanya-tanya kapan pertengkaran itu akan segera berakhir. Perasaan itu lah yang dapat mempersulit mereka untuk memiliki perasaan yang normal dan aman dalam keluarga.

Baca Juga: Ternyata Suami Menjadi Penyebab Utama Stres pada Istri Daripada Anak-anaknya

Selain itu, pertengkaran juga membuat hubungan orang tua dan anak jadi terpengaruh. Situasi konflik tinggi juga membuat orang tua stres. Dan orang tua yang stres mungkin tak bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak. Saat itu terjadi, kualitas hubungan orang tua dan anak mungkin terpengaruh karena sulit bagi orang tua untuk menunjukkan kehangatan dan kasih sayangnya ketika mereka marah dan kesal dengan orang tuanya sendiri.

Terakhir, pertengkaran juga dapat menciptakan lingkungan yang penuh tekanan. Mendengar perkelahian yang sering atau intens membuat anak-anak jadi stres. Stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis mereka dan mengganggu perkembangan normal dan sehat.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus bisa bertindak dengan bijaksana. Hindari pertengkaran di depan anak agar kesehatan mentalnya tak terganggu.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.