Duka kini tengah menyelimuti keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah kepergian mendiang Sudjiatmi Notomihardjo. Tak hanya Presiden Jokowi yang merasakan, tetapi hampir seluruh masyarakat pun demikian. Sudjiatmi dikenal akan kesederhanaanya, sifat itulah yang tergambarkan kepada sang putra Joko Widodo. 

Lahir di Boyolali tepatnya 15 Februari 1943 silam, Sudjiatmi adalah anak dari pasangan Wirorejo dan Sani. Kedua orang tuanya adalah seorang pedagang kayu dari Kelurahan Giriroto, Ngemplak, Boyolali.

Besar menjadi seorang anak tukang kayu, usaha itu pun ia geluti dan dilanjutkan setelah menikah dengan sang suami, Widjiatno Notomihardjo. Sekadar Beauty tahu, Sudjiatmi menikah muda dengan Widjianto yang kala itu usianya masih amat belia, di mana ia masih berusia 16 tahun dan sang suami 3 tahun lebih tua darinya.

Keduanya menikah pada 23 Agustus 1959 dengan kondisi belum lulus sekolah. Dari pernikahannya dengan Widjiatno, lahirlah Joko Widodo, Lit Sriyatin, Idayati, dan juga Titik Ritawati. Sebenarnya, ada satu anak lagi, Joko Lukito, tetapi sudah meninggal dunia usai persalinan. 

Baca Juga: Innalilahi, Ibunda Jokowi Tutup Usia

Jokowi bersama tiga adiknya hidup penuh dengan kesederhanaan. Kedua orang tuanya melanjutkan usaha keluarga sang Ibu sebagai pedagang kayu. Sejak kecil, Ibunda Jokowi selalu mengajarkannya dan ketiga adiknya dengan prinsip yang harus mereka jaga.

Salah satu prinsip yang diajarkan Sudjiatmi ialah jujur, baginya apa pun pekerjaan yang dilakukan oleh anak-anaknya, jujur itu nomor satu disamping kerja keras dan juga ikhlas. 

Sudjiatmi dikenal sebagai sosok ibu yang enggak pernah membeda-bedakan anak-anaknya. Sebisa mungkin ia berlaku adil kepada keempat anaknya tersebut. Sebagai anak sulung, Sudjiatmi selalu meminta kepada Jokowi agar bisa menjadi panutan untuk ketiga adiknya.

Sosok ibu yang tegas dan penuh kasih sayang, didikannya itu pun tergambar kepada keempat anaknya. Ia mampu membuat anak-anaknya menjadi orang sukses, puncaknya ketika si sulung berhasil menjadi orang nomor satu di Tanah Air.

Dulu, waktu Jokowi mencalonkan diri dan terpilih menjadi Presiden RI 2014, sebelumnya ia selalu mengingatkan kepada Jokowi kalau hasil apa pun yang bakal diterima merupakan pemberian Allah SWT dan patut untuk disyukuri.

Baca Juga: Sosok Ibunda Jokowi di Mata Puan Maharani..

Begitu pun, saat Jokowi menghadapi segala macam rintangan saat ia mencalonkan diri menjadi presiden, Sudjiatmi tak pernah marah. Bahkan ia pun dengan senang hati mendoakan orang-orang yang memfitnah putra sulungya, agar segera sadar dan mendapatkan bimbingan dari Allah SWT.

Saat sang putra berhasil memenangkan Pilpres 2014, Sudjiatmi selalu berpesan agar Jokowi tetap amanah terhadap tanggung jawab yang kini telah diembannya sebagai Bapak Negara. 

Kesederhanaan serta prinsip yang dipegang Sudjiatmi tergambar jelas dalam kepribadian Jokowi. Kini mendiang Sudjiatmi sudah tenang di sisi-Nya, meski begitu kebaikan yang ia miliki akan terkenang selamanya.

Sudjiatmi menghembuskan nafas terakhir, setelah bertahun-tahun malawan kanker yang dideritanya. Di usia 77 tahun ia wafat di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB.

Selamat jalan Ibunda Sudjiatmi, jasamu yang telah melahirkan dan mendidik orang nomor satu di Tanah Air akan selalu terkenang!