Menu

Budaya Membaca di Indonesia Sangat Memprihatinkan, Erha Ultimate Gerakan Volunter untuk Mengajar Anak Pemulung di Bantar Gebang

24 Maret 2024 11:30 WIB
Budaya Membaca di Indonesia Sangat Memprihatinkan, Erha Ultimate Gerakan Volunter untuk Mengajar Anak Pemulung di Bantar Gebang

Foto Raffa Anak Pemulung yang bercita-cita jadi Dokter di Bantar Gebang (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, kamu pasti tahu jika membaca merupakan hal penting, namun ternyata di Indonesia budaya membaca sangat rendah. Bahkan, menurut data Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2022, Indonesia masih berada pada peringkat 68 dengan skor Matematika (379), Sains (398), dan Membaca (371), yang dimana Indonesia mengalami penurunan rata-rata skor literasi sebanyak 18 poin dibandingkan periode sebelumnya.

Penelitian ini mengevaluasi prestasi siswa di Indonesia dalam disiplin ilmu matematika, membaca dan sains yang dimana survey yang dilakukan oleh PISA melibatkan 690 ribu siswa dari 81 negara dan dilakukan setiap tiga tahun sekali untuk mengukur peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hal itu jelas memprihatinkan, karena membaca merupakan jendela dunia yang dapat membuat manusia belajar akan hal baru dan mengetahui sesuatu yang sebelumnya belum diketahui. membaca menjadi hal penting dan berpengaruh bagi masa depan anak-anak. kebiasaan membaca ini juga memberikan dampak positif untuk seseorang yang mempunyai minat baca yang tinggi yang dapat mendorong semangat belajar menjadi lebih baik.

Mengatasi kondisi tersebut, Erha Ultimate sebagai Perusahaan DermaBeauty terkemuka di Indonesia turun tangan untuk menggerakan Volunteernya baik dari Karyawan Internal dan Komunitasnya untuk membantu mengajar anak-anak pemulung yang berada dalam naungan Taman Baca Jendela Dunia Arya Noble Group di Bantar Gebang dengan Program Berkarya Bercerita.

Oemar Saputra Head of CSR & Corporate Relations Arya Noble Group (ERHA) mengatakan bahwa “Literasi adalah kunci untuk membuka pintu menuju pengetahuan dan peluang. Melalui Program Berkarya Bercerita ini, kami sangat berharap dapat membantu meringankan beban para Guru untuk selalu mengingatkan anak-anak agar selalu menjaga semangat membaca. Kita tahu kondisi anak-anak ini hampir enam puluh persennya adalah anak pemulung yang tinggal di Bantar gebang, untuk itu kita sangat menaruh harapan kepada mereka untuk bisa jadi lebih baik di depannya dengan rutin membaca dan menulis. Kita harapkan kedepannya mereka selalu mengingat pesan yang selalu ditanamkan dalam program Berkarya Bercerita, yaitu berkarya setinggi mungkin sampai mereka dapat memberikan kebermanfaatan untuk orang disekitarnya yang nantinya dapat mereka ceritakan dengan bangga kepada orang lain."

Program ini tidak hanya mengajak anak-anak membaca dan menulis saja, tapi Berkarya Bercerita juga selalu menitipkan pesan dari para volunteer kepada anak-anak untuk selalu menjadi anak-anak yang “hebat” di masa depan agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya dengan karya yang dibuat. Berlanjut dengan kisah Raffa, anak kelas empat SD yang tiap hari mengunjungi Taman Baca di Bantar Gebang ini mempunyai cita-cita sebagai Dokter. Malangnya, pada akhir tahun 2023 lalu, rumah Raffa yang berada persis di pinggir tumpukan sampah Bantar Gebang habis terbakar. Seluruh pakaian dan dokumen sekolahnya hangus terbakar.

Baca Juga: Anti Aging Center dari ERHA Ultimate Jadi Solusi Kulit Tampak Awet Muda Tanpa Khawatir Efek Samping, Tertarik Gak Beauty?

Baca Juga: Lawan Mitos yang Kerap Salah Kaprah, ERHA ULTIMATE Berikan Edukasi Fakta Cara Merawat Kulit Langsung dari Skin Expert dan Dermatologist

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan