Menu

Melalui Plarform Pharmacademy, Sanofi Indonesia Berdayakan Ribuan poteker, Intip Yuk Programnya!

28 Mei 2024 03:30 WIB
Melalui Plarform Pharmacademy, Sanofi Indonesia Berdayakan Ribuan poteker, Intip Yuk Programnya!

Sanofi Indonesia (Herstory/istimewa)

“Pendekatan inovatif PharmAcademy dan SwipeRx memberikan kemudahan bagi apoteker dalam pengembangan kompetensinya. Bahkan mereka yang berada di area terpencil. Modul pengetahuan dan keterampilan yang disajikan PharmAcademy disusun terstruktur di bawah arahan dari asosiasi profesi - guna memastikan para apoteker menerima materi secara terukur. Selain itu, apoteker juga lebih terjamin untuk terhubung dengan penyedia produk farmasi dengan lebih cepat. Dengan menggabungkan keahlian digital SwipeRx dan kepemimpinan Sanofi di industri farmasi, kami optimistis dapat memberdayakan apoteker untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih optimal," tegas Farouk Meralli, CEO SwipeRx. 

Apoteker yang mumpuni turut berandil dalam mendampingi masyarakat menjalankan praktik self-care yang tepat dan mengurangi risiko self-diagnose yang keliru. 

Pentingnya self-care dalam menjaga kesehatan diri semakin relevan di tengah kondisi lingkungan yang semakin menantang, terutama di kota-kota besar. Polusi udara, yang semakin meningkat di perkotaan, berdampak negatif pada kesehatan masyarakat. 

Salah satunya, mengakibatkan penyakit pernapasan dan alergi. Self-diagnose atau diagnosis mandiri, meskipun terkesan praktis, seringkali mengarah pada pengelolaan kesehatan yang kurang tepat dan berisiko memperburuk kondisi. 

"Apoteker dapat bertindak sebagai penasihat kesehatan tepercaya untuk membimbing pasien menuju diagnosis yang lebih akurat dan pengobatan yang lebih tepat. Menghadapi potensi ancaman polusi udara, apoteker memiliki kemampuan untuk mengedukasi tentang langkah pencegahan, ataupun pengelolaan kondisi kesehatan - bagi individu yang telah terdampak penyakit, seperti alergi maupun batuk. Khususnya penanganan alergi, apoteker memiliki kompetensi untuk membantu diagnosis kondisi hingga merekomendasikan obat alergi yang sesuai dan aman,” papar Dr. apt. Lusy Noviani, MM, Pharmacy Expertise 

Melanie Putria, seorang ibu dan figur publik, menyampaikan kekhawatirannya terhadap ancaman polusi, serta menyatakan dukungannya terhadap inisiatif PharmAcademy dari perspektif awam. "Polusi udara tak bisa kita hindarkan dalam aktivitas keseharian. Artinya, ancaman penyakit akibat polusi berpotensi menyerang kapan saja. Bagi saya, kuncinya adalah kritis memeriksa kondisi diri dan anak-anak secara mandiri, serta mengonfirmasinya kepada sumber yang tepat. Penguatan kompetensi apoteker melalui PharmAcademy tentunya mempermudah masyarakat untuk menjangkau penasihat kesehatan yang tepercaya," ungkapnya. 

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan