Ilustrasi wanita mengalami trauma (Unsplash/Joshua Rawson-Harris)
1. Melatih Mindfulness dan teknik relaksasi. Beauty, tahukah kamu jika praktik meditasi dan pernafasan bisa membantu kamu mengelola stres dan kecemasan yang terkait dengan trauma.
2. Jalin koneksi dan terhubung secara sosial dengan teman, keluarga, atau siapapun yang mendukung kamu.
3. Kamu wajib bersikap baik pada diri kamu sendiri. Ingat, trauma bukan salah kamu sendiri. Kamu harus menyadari jika pulih dari trauma butuh waktu dan kesabaran.
4. Selain itu, kamu juga harus ingat jika trauma sifatnya personal, maka dari itu, jika kamu merasa kesulitan menguasai diri karena trauma, sebaiknya lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikoterapis.
"Kalau kamu ngerasa ada pola-pola seperti itu di diri kamu atau orang terdekatmu, dan itu terus-terusan sampai bikin hidup nggak nyaman, coba deh cari bantuan profesional. Psikolog atau psikoterapis bisa bantu banget buat memahami dan mendampingi dalam menyembuhkan luka-luka itu. Jangan sampai memendam, ya," saran Mbak Ayang.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.