Menjalin biduk rumah tangga tentu tak akan selalu bahagia. Ada saja masalah yang menguji kekuatan cinta dalam sebuah ikatan pernikahan. Salah satunya adalah godaan kesetiaan.

Sudah jadi rahasia umum bahwa perselingkuhan jadi salah satu masalah yang jadi penyebab perceraian. Dan biasanya istri yang diselingkuhi oleh suami memilih untuk bertahan, mengapa begitu ya?

Dalam hal perselingkuhan, penelitian menunjukkan bahwa penyebab pria berkhianat adalah iming-iming seks. Sebuah studi tahun 1994 oleh sosiolog Edward Lauman menemukan bahwa 10 persen hingga 11 persen pasangan pernah selingkuh pada tahun sebelumnya. Selama seumur hidup, penelitian tersebut mengungkapkan sekitar 18 persen wanita dan 24 persen pria melaporkan perselingkuhan.

Survei Pew Research Center tahun 2006 terhadap orang dewasa di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa hampir 90 persen partisipan mengatakan setiap indidividu yang sudah menikah pasti pernah berselingkuh baik itu melibatkan seks atau mungkin enggak melibatkan seks.

Mudah Memaafkan

Ketika memutuskan apakah akan menempuh jalur perceraian karena diselingkuhi, wanita cenderung bertahan. David Buss, seorang profesor psikologi di University of Texas di Austin menjelaskan ada reaksi yang berbeda antara pria dan wanita. Ketika mengetahui pasangannya berselingkuh, wanita akan melibatkan aspek emosional.

Wanita lebih cenderung memaafkan suaminya jika perselingkuhan itu 'tak berarti apa-apa' dan tak melibatkan keintiman emosional. Secara keseluruhan, wanita lebih mungkin memaafkan pasangannya jika berselingkuh dibandingkan dengan pria.

"Istri lebih cenderung memaafkan suaminya jika suaminya tidak 'jatuh cinta' dengan wanita lain," ujar David Buss dikutip Live Science (18/3/2021).

Baca Juga: Merapat Yuk! Ini Pentingnya Peran Suami saat Istri Sedang Berbadan Dua