Clarks rayakan 200 tahun perjalanan ikonik (Istimewa)
Seiring dengan berkembangnya Clarks di pasar internasional, Clarks menemukan tempatnya di hati banyak orang, dari berbagai latar belakang budaya. Salah satu yang menarik adalah pengaruh besar Clarks di Jamaika. Lila Iké, artis reggae asal Jamaika, menyatakan, “Orang Jamaika sangat menghargai barang-barang berkualitas dari luar negeri, dan Clarks memiliki sesuatu yang istimewa.”
Becca Dudley, DJ dan presenter yang terlibat dalam budaya Jamaika, juga menambahkan, “Clarks adalah brand premium yang aspiratif dan menjadi simbol status yang diinginkan oleh banyak orang.”
Di Amerika, khususnya selama era keemasan hip-hop, Clarks turut mengukir sejarah. Ghostface Killah mengenang, “Pada masa itu sekitar 1988-1989, banyak sepatu sneakers yang populer dan Clarks hadir sebagai bagian dari tren tersebut.”
Chris Robinson, sutradara video Apollo Kids yang terkenal, ikut mengingat kembali bagaimana proses pembuatannya, “Kami harus memiliki lebih dari 300 pasang Clarks. Kami membeli sebanyak mungkin, lalu ingin mewarnainya,” mengacu pada adegan ikonik di mana Wallabees dicelupkan ke dalam cat.
Daya tarik Clarks juga meluas ke Jepang, seperti yang diungkapkan W. David Marx, penulis Ametora: How Japan Saved American Style, “Anak-anak di Jepang harus selalu mengenakan seragam, jadi brand tidak banyak berdandan. Sampai pada tahun 1960-an revolusi besar datang dengan gaya Ivy League. Clarks menjadi salah satu sepatu yang menjadi simbol fashion yang penting di Jepang saat itu, terutama Desert Boot.”
Terry Zhu, pendiri brand Shanghai DOE, berbagi, “Desert Boot dari Clarks adalah desain yang timeless dan selalu menjadi pilihan utama saya, baik untuk tampilan formal maupun gaya casual.”
Desain yang timeless, fleksibilitas, dan kualitas tinggi dari Clarks telah bertahan seiring berjalannya waktu. Raekwon dari Wu-Tang Clan mengatakan, “Saya menyebutnya sepatu serba bisa, karena bisa dipakai untuk acara formal atau santai.”
Chris Robinson, sutradara video musik legendaris, menambahkan, “Clarks adalah brand lintas generasi. Saya membelikan sepatu Clarks untuk anak saya, dan orang tua saya juga membelikan saya sepatu Clarks.”
Desainer Belanda, Danielle Cathari, berbagi pandangannya dalam film ini, “Clarks memperkenalkan saya pada alas kaki di luar sneakers, dan saya percaya Clarks mewakili fleksibilitas gaya yang sangat cocok dengan wanita saat ini. Seperti gaun hitam kecil dalam fashion, Clarks adalah ikon dalam dunia alas kaki.”
Jika kamu tertarik menyaksikan film dokumenter ini, langsung saja ke akun Instagram Clarks dan Clarks Originals karena sudah dirilis sejak 5 Februari 2025!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.