Pasangan sering marah-marah dan mengajak bertengkar? Bisa jadi penyebabnya bukanlah masalah antara kamu berdua, melainkan rasa lapar. Penelitian mengungkap bahwa rasa lapar bisa memicu seseorang untuk merasa marah dan lebih agresif.

Dikutip dari berbagai sumber, (22/03/2021) hasil ini didapatkan peneliti setelah mengamati 107 pasangan yang sudah menikah sekitar 12 tahun. Peneliti mengamati tingkat gula darah mereka untuk melihat apakah mereka merasa lapar atau tidak di pagi dan malam hari. Masing-masing pasangan juga diberikan boneka voodoo yang diibaratkan sebagai pasangan.

Pada akhir hari, pasangan diminta untuk menancapkan jarum ke boneka voodoo tersebut jika merasa marah pada pasangan. Mereka bisa menggunakan hingga 51 jarum sekali pakai. Selanjutnya peneliti akan menghitung jumlah jarum setiap harinya yang ada pada boneka tersebut.

Peneliti juga mengecek tingkat agresivitas pasangan dengan menyuruh mereka bermain game bersama. Setelahnya, pihak yang menang diperbolehkan memainkan bunyi yang tidak menyenangkan dan keras pada pasangan mereka. Semakin keras bunyi yang dipilih, semakin tinggi juga agresivitas pasangan saat itu.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang memiliki tingkat gula darah rendah, dengan kata lain sedang merasa lapar cenderung lebih agresif terhadap pasangannya dan lebih mudah marah. Hal ini bahkan tetap signifikan setelah peneliti memperhitungkan faktor lain seperti kepuasan seksual dan lainnya.

Baca Juga: Sudah Sarapan tapi Masih Merasa Lapar? 5 Hal Ini Bisa jadi Penyebabnya

Peneliti pun menarik kesimpulan bahwa pasangan yang sedang merasa lapar cenderung lebih mudah marah dibandingkan dengan pasangan yang kenyang. Jadi, jika nanti kamu tengah merasa emosi dan ingin marah pada pasangan, sebaiknya ajak pasangan makan terlebih dahulu. Juga jangan pernah memulai pertengkaran ketika perut kosong, ya!