Kemungkinan terburuk dari sebuah pernikahan adalah perceraian. Tapi, perceraian orang tua merupakan mimpi buruk bagi setiap anak.

Keputusan ini pun tentu memberikan efek yang serius pada perkembangan anak. Dengan begitu, orang tua pun tak jarang merasa cemas dengan anak-anaknya ketika memutuskan untuk bercerai.

Meski begitu, jika memang perceraian adalah satu-satunya cara yang dipilih agar terhindar dari hubungan yang toxic. Orang tua bisa memberikan penjelasan hingga akhirnya bisa diterima oleh anak. Berikut beberapa cara yang dapat membantu anak memahami dan mengatasi perceraian orang tua:

Tunjukkan dan Katakan Cinta Orang Tua pada Anak

Cara pertama yang bisa dilakukan ketika memutuskan untuk bercerai, orang tua harus tunjukkan betapa besarnya cinta kepada anak. Ungkapan cinta itu bisa dilakukan melalui kata-kata dan tindakan.

Alihkan semua energi orang tua kepada anak sambil tetap memberi mereka waktu untuk memproses apa yang terjadi dan melakukan apa yang biasanya mereka lakukan, entah itu berkumpul dengan teman-teman sepulang sekolah, atau berdiam diri di kamar.

Jika mereka ingin lebih sering berbicara dengan ayah yang sudah tak satu atap dengannya, mereka bisa bebas menelepon dan ibu harus membebaskan anak untuk melakukan segala hal yang berkaitan dengan ayahnya.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Anak-anak Melihat Orang Tuanya Bertengkar hingga Alami KDRT?

Beri tahu anak bahwa apa pun yang mungkin terjadi, itu tak akan pernah mengubah hubungan antara ayah ibu dan anak. Kedua orang tua pun akan selalu menyayangi anak-anaknya lebih dari apa pun.