Menu

Teman Hari Ramadan bersama Scarlett: Tentang Hadir, Merawat Diri, dan Belajar Berbagi

23 April 2026 00:16 WIB
Teman Hari Ramadan bersama Scarlett: Tentang Hadir, Merawat Diri, dan Belajar Berbagi

[Kiri-kanan] Fiona Anjani - Chief Marketing Officer Scarlett, Zaskia Adya Mecca - Scarlett Beauty Impact Advocate dan Felicya Angelista - Co-Founder Scarlett (Sumber: Scarlett)

Peran Scarlett Menjadi Teman

Melalui berbagai inisiatif Scarlett Beauty Impact, Scarlett memposisikan diri bukan sekadar brand kecantikan, tetapi sebagai teman yang menemani proses menjadi lebih baik dan mendorong kebermanfaatan bagi sesama. 

“Sebagai brand dan perusahaan, Scarlett berkomitmen untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi konsumen, karyawan, dan sekitar. Melalui produk dan program dalam Scarlett Beauty Impact, kami hadir untuk turut memberi kembali pada kesejahteraan perempuan dan masyarakat,” ujar Suryadi, Head of People Scarlett Beauty Impact.

Ketika Teman Memberi Dampak Baik

Melihat tema #TemanHariRamadan yang dihadirkan Scarlett, makna “teman” terasa semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pengalaman saya, ada fase ketika kehilangan arah dan motivasi membuat segalanya terasa berat, bahkan untuk sekadar melangkah. Di titik tersebut, kehadiran teman menjadi sangat berarti, bukan karena solusi besar yang mereka berikan, tetapi karena dukungan sederhana yang membantu saya tetap berjalan.

Seiring berjalannya waktu, saya kembali terlibat dalam kegiatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan saya, salah satunya melalui kegiatan berbagi bersama anak-anak yatim.

Dalam pengalaman tersebut, saya melihat bagaimana aksi kebaikan yang dilakukan bersama mampu menghadirkan dampak nyata. Melalui kegiatan tersebut, bantuan yang terkumpul tidak hanya berhenti pada satu momen, tetapi berkembang menjadi berbagai bentuk kebermanfaatan, mulai dari donasi kemanusiaan, dukungan pendidikan, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Pengalaman ini menegaskan bahwa ketika kebaikan dilakukan secara kolektif, dampaknya tidak hanya lebih luas, tetapi juga lebih berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan pendekatan yang dihadirkan Scarlett melalui berbagai inisiatif Teman Hari Ramadan, yang tidak hanya mendorong refleksi dan self-care, tetapi juga menghadirkan ruang untuk berbagi secara nyata.

Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, kehadiran “teman” tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi kebutuhan, baik dalam proses memahami diri maupun dalam upaya memberi makna bagi orang lain. 

Pada akhirnya, makna “teman” dalam Ramadan tidak hanya tentang siapa yang hadir, tetapi tentang bagaimana kehadiran tersebut mampu menguatkan, menggerakkan, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.

Karena pada akhirnya, menjadi “teman” bukan tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang seberapa hadir kita dalam kehidupan orang lain, dan bagaimana kehadiran itu mampu menghadirkan dampak yang nyata. 

Baca Juga: Keterampilan Tak Cukup, Perempuan Juga Perlu Ilmu Membangun Bisnis

Baca Juga: Museum Bahari Hadirkan Pameran 'Suara dari Muara', Angkat Kisah Perempuan Muara Angke

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan