Memasuki dua dekade perjalanan sebagai pusat gaya hidup dan mode di ibu kota, Senayan City kembali menggelar agenda mode tahunannya, Senayan City Fashion Nation 20th Edition. Berlangsung pada 18–27 September 2026 di Senayan City, Jakarta Pusat, perhelatan edisi ke-20 ini mengusung tema “The Icon Edit” sekaligus menjadi bagian dari perayaan 20th Anniversary Senayan City.
Dalam rangkaian acara yang telah diselenggarakan sejak 2007 tersebut, Kelas Modelling.id kembali dipercaya mengisi panggung runway melalui gelaran bertajuk “Everyone Can Be a Model”. Sejumlah Special Muses turut hadir, di antaranya Bella Almira, Zizi Sujarwanto, Poppy Bunga, Fiorenza Liza, Jossica Juliantiano, dan Sonia Forgina.
Pada penampilan pertamanya, Kelas Modelling.id membawakan koleksi dari lima brand tanah air, yakni DUST, Haidee & Orlin, Jenna & Kaia yang menampilkan lini khusus Jenna Active, Nonaetal, dan Soleram.
Komitmen Kelas Modelling.id berlanjut pada jadwal peragaan berikutnya pukul 18.30–20.30 WIB dengan menampilkan koleksi eksklusif dari DW Exclusive dan Wou Batik.
Libatkan 64 Model dari 32 Cabang
Sebanyak 64 model terpilih yang merupakan Best Student dari 32 cabang Kelas Modelling.id di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Medan hingga Makassar, diterbangkan untuk tampil di panggung Fashion Nation.
Pembinaan Kelas Modelling.id sendiri mencakup rentang usia yang luas, mulai dari anak-anak berusia 5–6 tahun hingga dewasa berusia 50 tahun.
Dr. M. Fattah Riphat, S.H., M.H., Owner Kelas Modelling.id, mengatakan keikutsertaan mereka untuk kedua kalinya di Fashion Nation menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras para murid dan seluruh pihak yang terlibat.
“Sejak berdiri pada 2019 dari cabang pertama hingga kini berkembang menjadi 32 cabang di tahun 2026, pencapaian ini adalah hasil kerja keras para murid dan seluruh pihak yang berkolaborasi. Di Kelas Modelling.id, kami tidak hanya mengajarkan cara berjalan di runway atau berpose di depan kamera. Yang jauh lebih penting adalah pembentukan karakter, kemampuan berkomunikasi, cara menghadapi orang, serta bagaimana membawa diri dan meningkatkan kepercayaan diri,” ujar Dr. M. Fattah Riphat.
Menurutnya, pelatihan tersebut juga memiliki latar belakang sosial, terutama bagi anak-anak yang tumbuh pada masa pandemi COVID-19 dan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk bersosialisasi.
“Banyak anak-anak yang lahir atau tumbuh di era pandemi COVID-19 dulu kurang percaya diri karena terlalu banyak di rumah dan jarang bersosialisasi. Melalui ajang ini, mereka belajar bahwa tampil di depan umum itu hal yang positif,” katanya.
Ia menjelaskan, pemilihan Best Student tidak semata-mata berdasarkan kondisi fisik atau tinggi badan. Kepercayaan diri tanpa overconfidence, kemampuan memahami kelebihan dan kekurangan diri, serta etika menjadi pertimbangan utama sebelum peserta dinilai oleh tim kurator pusat.
Dr. M. Fattah Riphat juga melihat adanya potensi model Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, karakter kulit dan wajah khas Indonesia diminati pihak internasional. Melalui kolaborasi dengan brand lokal, Kelas Modelling.id membuka ruang agar talenta para murid dapat terlihat langsung oleh desainer maupun agensi.
Fokus pada Keunikan Setiap Murid
Poppy Bunga, pendiri Kelas Modelling.id, menekankan pentingnya melihat keberagaman fisik sebagai bagian dari potensi setiap murid.
“Kami fokus menggali talenta dan keunikan yang dimiliki setiap murid, bukan mengotakkan mereka pada standar fisik tertentu seperti harus tinggi atau berkulit putih,” ujar Poppy.
Ia mengatakan, banyak murid datang dengan rasa kurang percaya diri atau insecure. Karena itu, Kelas Modelling.id memberikan materi secara komprehensif, termasuk teknik make-up dan komunikasi, sekaligus memberikan jaminan kesempatan kerja atau job garansi.
Menurut Poppy, kesempatan tersebut menjadi tantangan bagi para murid untuk membuktikan kemampuan mereka. Ia juga menyebut ada murid yang sebelumnya tidak percaya diri dan kemudian mampu menunjukkan kemampuannya.
Sementara itu, Tenno Sujarwanto, B.A., Owner Kelas Modelling.id, mengatakan pembinaan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan menjadi model runway.
“Kelas Modelling.id tidak hanya mencetak model runway. Murid-murid kami bekali dengan public speaking, manner, dan etika berbusana. Kami berharap keberadaan generasi muda yang kami bina dapat memberikan kontribusi nyata dan positif bagi perkembangan dunia fashion dan modeling di Indonesia,” ujarnya.
Jenna Active Debut di Fashion Nation
Selain menjadi panggung bagi para model, Fashion Nation 20th Edition juga menjadi ruang bagi desainer lokal untuk memperkenalkan inovasi terbaru mereka.
Lira Krisnalisa, Pendiri Jenna & Kaia, memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan lini terbaru Jenna Active melalui koleksi bertajuk “Lumea”.
“Hari ini menjadi debut perdana Jenna Active di panggung fashion show berkolaborasi dengan Kelas Modelling.id,” kata Lira.
Koleksi “Lumea” dirancang untuk pasar yang lebih luas dan inklusif, baik pengguna hijab maupun non-hijab, dengan target usia 18 hingga 45 tahun.
Koleksi tersebut terdiri dari 8 look multifungsi, mulai dari top, bottom, vest, hingga set outer. Busana dirancang tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga dapat digunakan untuk airport style.
Material yang digunakan antara lain Tencel, kaos, dan Lycra. Koleksi tersebut memadukan warna butter yellow dan burgundy dengan styling sneakers untuk memberikan kesan lebih segar dan muda.
Dalam pemilihan model, Jenna & Kaia memilih karakter wajah Indonesia yang autentik, sedikit boyish, serta kulit tanning untuk mempertegas identitas Jenna & Kaia dan Jenna Active sebagai karya asli Indonesia.
Haidee & Orlin Bawa Gaya Copenhagen
Brand lokal lainnya, Haidee & Orlin, menghadirkan koleksi bernuansa Autumn/Fall-Winter bertajuk “Whispering Leaves”.
Meity Dwi Savitri, Pendiri Haidee & Orlin, menjelaskan koleksi tersebut terdiri dari 8 look yang terinspirasi gaya jalanan Copenhagen atau Copenhagen Style yang playful, penuh warna, dan ceria.
Menyesuaikan dengan cuaca Indonesia, koleksi tersebut diterjemahkan dalam berbagai luaran dan jaket berbahan nyaman. Palet warnanya mencakup earth tone, abu-abu, pink, putih krem, marun, hingga denim.
Koleksi “Whispering Leaves” juga dilengkapi detail aplikasi bunga lili, payet yang dijahit tangan, serta bros sebagai pemanis.
“Para model dari Kelas Modelling.id mampu membawakan busana ini dengan gestur yang hidup dan penuh keceriaan, sesuai dengan konsep runway yang kami rancang,” ujar Meity.
Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan modeling, desainer lokal, dan pusat perbelanjaan, Fashion Nation 20th Edition diharapkan terus menjadi bagian dari perkembangan ekosistem industri mode di Indonesia.