Menu

Bertepatan dengan World Sight Day 2026, Gerakan Matahati Luncurkan Program Operasi Katarak untuk 101 Pasien

08 Oktober 2026 23:22 WIB
Bertepatan dengan World Sight Day 2026, Gerakan Matahati Luncurkan Program Operasi Katarak untuk 101 Pasien

Dok. Istimewa

HerStory, Jakarta —

Gerakan Matahati bersama JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia memulai rangkaian operasi katarak melalui seremoni kick-off di RS Mata JEC @ Kedoya. Program yang digelar bertepatan dengan World Sight Day 2026 tersebut juga menjadi bagian dari peringatan 101 tahun Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati.

Sebanyak 101 pasien akan menjalani operasi katarak di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sepanjang Oktober hingga Desember 2026. Program ini turut mendukung target Gerakan Matahati untuk menghadirkan 1.010 operasi katarak gratis bagi masyarakat hingga akhir tahun.

World Sight Day 2026 yang mengusung semangat “Love Your Eyes” menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan terjadi akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun dengan proporsi 81,2%. Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan kesehatan mata juga meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia yang mencapai 11,97% pada 2025.

Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menilai, pelaksanaan kegiatan melalui jaringan JEC Group menjadi penting untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat di berbagai wilayah.

“Katarak dapat berdampak besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat. Melalui jaringan JEC Group di berbagai wilayah Indonesia, kami berupaya menghadirkan layanan katarak dengan standar internasional yang konsisten di setiap cabang. Komitmen untuk memperluas akses tersebut juga kami wujudkan melalui program sosial dengan lebih dari 40.000 operasi katarak tanpa biaya yang telah dilakukan JEC Group bagi masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini,” ujar Prof. Tjahjono di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Wandi S. Brata, Ketua Pelaksana Matahati, menjelaskan, “Sejak 2008, Matahati menghimpun dukungan berbagai pihak untuk membuka akses operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga kini, kami telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya. Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana. Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.”

Selain melanjutkan rekam jejak Gerakan Matahati, kegiatan ini juga memiliki makna personal bagi keluarga pendirinya. Satria Laksmana Pandji (Stephen Pandji), perwakilan keluarga almarhum Pandji Wisaksana sekaligus wakil dari Matahati, mengatakan angka 101 menjadi penghubung antara perjalanan hidup Bapak Pandji dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Bagi keluarga, penghormatan terbaik bukan hanya mengenang Bapak Pandji, tetapi meneruskan nilai yang beliau jalankan sepanjang hidupnya. Karena itu, 101 tahun perjalanan beliau kami wujudkan melalui manfaat bagi 101 pasien. Kami berharap semangat berbagi yang beliau rintis terus hidup melalui Gerakan Matahati dan tetap relevan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Stephen.

Makna sosial tersebut kemudian diwujudkan melalui rangkaian pelayanan medis yang terstruktur di setiap unit pelaksana. DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), Direktur RS Mata JEC @ Kedoya sekaligus Ketua Katarak dan Bedah Refraktif JEC Group, menegaskan bahwa perluasan akses harus tetap berjalan dengan standar klinis yang sama bagi setiap pasien.

Rangkaian operasi katarak bagi 101 pasien ini menargetkan seluruh rangkaian pelayanan selesai pada Desember 2026. Melalui kolaborasi Gerakan Matahati, JEC Eye Hospitals and Clinics, LEBJ, dan Lions Club Indonesia, program ini diharapkan dapat memperluas akses penanganan katarak sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mata.

Baca Juga: Atasi Masalah Katarak, JEC Eye Hospitals and Clinics Paparkan Manfaat Teknologi FLACS

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan