Menu

Bukan Cuma IPK, Ini Bekal Fresh Graduate Menghadapi Dunia Kerja

21 Oktober 2026 15:40 WIB
Bukan Cuma IPK, Ini Bekal Fresh Graduate Menghadapi Dunia Kerja

ICCN Midea UNY (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi merupakan salah satu pencapaian selama kuliah, tetapi lulusan baru juga perlu menyiapkan diri menghadapi perubahan kebutuhan industri. Kesiapan beradaptasi, memahami lingkungan profesional, dan mengembangkan kompetensi menjadi bagian dari tantangan transisi dari kampus ke dunia kerja. 

Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam ICCN Summit 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 15–17 Oktober 2026, yang mempertemukan perguruan tinggi dan pelaku industri untuk membahas pengembangan talenta Indonesia.

Bagi fresh graduate, memasuki dunia kerja berarti menghadapi lingkungan dengan tuntutan yang berbeda dari perkuliahan. Selain mengandalkan pengetahuan akademik, lulusan perlu memahami dinamika industri dan mempersiapkan kompetensi yang relevan. Karena itu, akses terhadap wawasan praktis dan informasi kebutuhan perusahaan menjadi bagian penting dalam persiapan karier.

Presiden Indonesia Career Center Network (ICCN), Dr. Rosaria Mita Amalia, S.S., S.IP., M.Hum., menekankan pentingnya transformasi pusat karier perguruan tinggi agar mampu menjawab perubahan pasar kerja.

“Melalui ICCN Summit 2026, kami berkomitmen mendorong transformasi pusat karier di perguruan tinggi agar dapat melahirkan lulusan yang tak hanya kompeten, tetapi juga siap beradaptasi dengan percepatan teknologi dan kebutuhan industri global,” ujar Dr. Rosaria Mita Amalia.

ICCN Summit 2026 mengusung tema “Transformasi Pusat Karier: Membangun Talenta Adaptif Menghadapi Tantangan Global.” Acara ini melibatkan 210 peserta dari 110 perguruan tinggi di Indonesia serta 20 mitra industri.

Sejumlah agenda digelar, mulai dari konferensi ilmiah, sesi panel, pertemuan industri hingga lokakarya yang membahas pengembangan sumber daya manusia dan hubungan antara pendidikan dengan kebutuhan kerja.

Salah satu perspektif industri disampaikan Astri Purnamasari, Head of Human Resources & Operations Midea Electronics Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan bisnis turut meningkatkan kebutuhan terhadap talenta yang kompeten dan adaptif. Perguruan tinggi serta pusat karier dinilai memiliki peran strategis dalam membantu lulusan mempersiapkan diri menghadapi dinamika tersebut.

“Seiring dengan pertumbuhan bisnis Midea di Indonesia, kebutuhan akan talenta yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global semakin meningkat. Perguruan tinggi dan career center memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan agar mampu menjawab kebutuhan industri dan siap dengan dinamika dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan ICCN, kami berharap dapat memperkuat hubungan dengan perguruan tinggi sekaligus membuka lebih banyak ruang untuk berbagi wawasan industri, pengembangan kompetensi, serta peluang karier,” ujar Astri.

Dalam rangkaian acara tersebut, Midea Electronics Indonesia dan ICCN menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan dihadiri President Director Midea Electronics Indonesia Jack Ding, Astri Purnamasari, serta Head of Marketing Communications Midea Electronics Indonesia Hafizh Maulana.

Melalui kemitraan ini, Midea berencana memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, antara lain melalui program kesiapan karier, berbagi wawasan industri, dan kegiatan yang memberi mahasiswa paparan langsung terhadap dunia kerja.

Baca Juga: Bukan Cuma Ponsel, AI Kini Mulai Jajaki Pasar AC untuk Pengaturan Suhu

Baca Juga: Setia Ciptakan Kenyamanan Rumah, Midea Perkuat Produksinya di Indonesia

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan