Menu

Konsumen Makin Kritis, Produk Kesehatan Tak Cukup Mengandalkan Kualitas Lho Beauty!

22 Oktober 2026 23:05 WIB
Konsumen Makin Kritis, Produk Kesehatan Tak Cukup Mengandalkan Kualitas Lho Beauty!

Infobrand (istimewa)

HerStory, Jakarta —

Perubahan perilaku konsumen di era digital membuat informasi menjadi pertimbangan penting sebelum membeli produk kesehatan. Gen Z dan keluarga muda kini semakin aktif melakukan riset mandiri secara daring serta memvalidasi klaim produk, terutama terkait keamanan dan bukti klinis. 

Perubahan ini menjadi perhatian PT Transfarma Medica Indah (Menarini Indonesia) dalam menyusun strategi komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Berdasarkan analisis perusahaan, konsumen modern tidak lagi hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga mencari informasi yang transparan sebelum mengambil keputusan. 

Menarini Indonesia, bagian dari grup farmasi global Menarini yang berpusat di Italia, menjadikan pemahaman terhadap digital customer behavior sebagai fondasi strategisnya.

Langkah tersebut turut mengantarkan Menarini menjadi rujukan dalam Bab 20 buku Customer Behavior in The Digital Era, khususnya melalui pembahasan mengenai brand Dermatix® dan Transpulmin.

Konsumen Mencari Informasi Sebelum Membeli

Beauty, kebiasaan mencari informasi secara mandiri membuat komunikasi produk kesehatan perlu memperhatikan kebutuhan konsumen terhadap edukasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Menarini Indonesia, perubahan ini terlihat pada Gen Z dan keluarga muda yang semakin aktif melakukan riset daring.

“Konsumen modern kini semakin mandiri dalam mencari informasi sebelum mengambil keputusan. Oleh karena itu, brand kesehatan tidak bisa lagi sekadar berjualan; kita harus mampu memberikan edukasi yang jujur, transparan, dan tervalidasi secara klinis,” ujar Lydia Tjahaja, Consumer Health Director Menarini Indonesia.

Pola tersebut diterapkan melalui pendekatan komunikasi yang berbeda untuk Dermatix® dan Transpulmin. Pada Dermatix®, yang diposisikan sebagai clinically proven medical device untuk bekas luka, perusahaan mengedepankan komunikasi rasional. Klaim produk mengacu pada bukti medis dan diperkuat dengan ulasan positif konsumen untuk membangun kepercayaan.

Sementara itu, komunikasi Transpulmin, balsam bayi dan anak untuk membantu meringankan hidung tersumbat karena flu, lebih menitikberatkan empati. Informasi mengenai kandungan dan keamanan menjadi perhatian, terutama untuk menjawab kebutuhan ibu muda ketika anak mengalami hidung tersumbat karena flu.

Strategi Komunikasi Berbasis Data dan Sains

Untuk menjaga relevansi dengan kebutuhan konsumen, Menarini Indonesia memadukan pendekatan berbasis data (data-driven) dengan landasan berbasis sains (science-driven). Strategi tersebut juga mengikuti prinsip perusahaan, yaitu vision inspired, locally driven, yang menekankan penerjemahan strategi global sesuai kebutuhan pasar Indonesia.

“Prinsip kami adalah 'vision inspired, locally driven', sehingga strategi global perusahaan dapat diterjemahkan secara tepat untuk menjawab kebutuhan nyata konsumen Indonesia,” tegas Lydia.

Selain komunikasi yang disesuaikan dengan perilaku konsumen, perusahaan memastikan kemudahan akses produk melalui berbagai saluran digital atau omnichannel. Upaya tersebut didukung kualitas manufaktur di fasilitas Menarini Indria Laboratories yang berskala internasional dan bersertifikasi Halal.

Baca Juga: Rating Marketplace Jadi Kunci Memenangkan Hati Konsumen, Harga Bukan Lagi Segalanya!

Baca Juga: Dari Skincare hingga Nugget, Belanja Online Kini Sudah Jadi Rutinitas Harian Lho Beauty!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan