Jika berbicara soal warisan budaya Indonesia, tentu tak bisa hanya diucapkan hanya satu kata. Enggak cuma adat istiadat serta bahasa yang beragam, Indonesia juga memiliki karya seni yang berbeda di setiap negara.

Karya seni yang tak kalah terkenal dengan kain batik ialah kain tenun. Berbagai kota di Indonesia memiliki kain tenun dengan motif khas. Salah satunya kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah mendunia dan dicintai banyak orang.

NTT menjadi salah satu daerah yang mewariskan kegiatan menenun. Kegiatan ini dilakukan oleh hampir semua suku yang berada di NTT. Pasalnya kain tenun dianggap sebagai salah satu harta berharga bagi masyarakat NTT.

Melansir laman Pariwisata Indonesia (5/4/2021) demi melestarikan budaya, para warga NTT pun membuat kain tenun secara manual dengan memasukan benang yang dibuat dari akar pepohonan. Benang-benang dicelupkan pewarna alami yang terbuat dari daun ru dao, akar pohon ka’bo (warna merah), kunyit (warna kuning), tauk, mengkudu, kunyit, dan tanaman lainnya. Ternyata proses ini bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu lho untuk menghasilkan warna yang diinginkan.

Setelah proses pewarnaan, benang tersebut langsung diikat menggunakan mesin tenun tradisional biasa disebut Lana Her’ru. Ciri khas tenun NTT yaitu posisi benang yang diikat secara vertikal di mesin sehingga menampilkan motif atau corak yang memiliki ciri khas.

Sebelum membuat kain tenun, ternyata para pengranjin akan akan bertapa dan berdoa terlebih dahulu lho. Hal ini dilakukan agar mendapatkan ide untuk membuat motif di kain tenun. Selain itu, berdoa agar saat menenun diberikan kelancaran.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Ini 4 Makanan Khas NTT yang Terbuat dari Jagung