Baru-baru ini dunia kontes kecantikan dibuat geger setelah adanya insiden pelepasan paksa mahkota yang sudah dinobatkan kepada Pushpika De Silva sebagai Mrs Sri Langka, dicopot oleh Mrs Sri Langka sebelumnya, Caroline Jurie.

Caroline Jurie melepas paksa mahkota dari kepala Pushpika karena ia menilai Pushpika enggak cocok mendapat gelar Mrs Sri Langka lantaran dirinya diduga sudah pernah menikah lalu bercerai dengan suaminya, yang mana hal tersebut menyalahi aturan ajang kecantikan tersebut.

Pushpika De Silva menepis dugaan tersebut melalui pernyataan yang ia unggah ke dalam akun Facebook pribadinya.

"Saya bukan wanita yang bercerai. Saya berkata dengan penuh tanggung jawab bahwa saya bukan wanita yang bercerai saat menulis ini. Kalau saya memang sudah cerai, saya tantang mereka untuk menunjukkan surat cerai saya," tulis Pushpika De Silva (05/04/21).

Atas kejadian yang mencoreng nama ajang kecantikan di Sri Langka dan menjadi perbincangan seluruh dunia ini, Caroline Jurie diseret ke pengadilan. Mrs World perwakilan dari Sri Langka di tahun 2020 itu juga sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan dan menegaskan bahwa dirinya enggak mau meminta maaf kepada Pushpika De Silva.

Ternyata, pencopotan mahkota setelah dinobatkan kepada pemenang Ratu Kecantikan bukan kali pertama terjadi. Sebelum kejadian di Sri Langka heboh, sudah ada korban lain yang harus merelakan mahkota mereka diambil atau dicopot karena kesalahan penyelenggara.

1. Veronika Didusenko - 2018

Di tahun 2018, ajang Miss Ukraina melakukan kesalahan pemilihan pemenang Miss Ukraina 2018 dengan memilih Veronika Didusenko, wanita berusia 25 tahun tersebut diketahui sudah pernah menikah dan memiliki seorang putra. Berbeda dengan ajang Mrs World, dalam aturan Miss World kontestan dan pemenangnya harus berstatus lajang belum menikah.

Baca Juga: Pushpika De Silva Ngaku Layak Jadi Mrs Sri Lanka: Saya Enggak Bercerai! Saya Tantang Mereka