Bulan Ramadan sudah di depan mata. Semua umat muslim pun mempersiapkan diri untuk menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Meski begitu, masih banyak yang mempertanyakan apakah ibu menyusui aman untuk berpuasa? Pasalnya para ibu cemas puasa akan membuat produksi ASI menjadi sedikit dan itu akan membahayakan sang buah hati.

Kekhawatiran para ibu ini sangat beragam tergantung dengan usia bayinya. Terlebih jika bayinya masih belum disarankan untuk mengonsumsi makanan pendukung dan hanya mengandalkan ASI untuk nutrisinya.

Melansir laman Baby and Child (12/4/2021) sebuah penelitian dilakukan pada wanita di Uni Emirat Arab (UEA) mengambil sampel ASI dari ibu yang sehat sebelum dan sesudah Ramadan. Hasil studi tersebut menyimpulkan bahwa puasa di bulan Ramadan tak mempengaruhi produksi ASI. Puasa juga tak memberikan dampak buruk terhadap kandungan ASI.

Makronutrien ASI atau zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar seperti protein dan karbohidrat tak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan kandungan lemak dalam ASI juga enggak mengalami perubahan.

Ajaibnya penelitian menunjukkan bahwa payudara itu mampu menghasilkan lemak susu. Artinya, berbagai jenis lemak akan yang ada di tubuh ibu akan membuat produksi ASI ibu tetap terjaga meskipun ibu menjalani puasa.

"ASI sangat kuat, dan dapat mempertahankan nutrisi utamanya bahkan selama puasa,” ujar Dr. Hessa Khalfan Al Ghazal, Direktur Komite Eksekutif Kampanye Emirat Ramah Bayi Sharjah.

Namun, puasa memang berdampak pada tingkat mikronutrien termasuk kalium, seng, dan magnesium, yang hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Ini enggak selalu berarti buruk karena ASI beradaptasi dan berubah sepanjang waktu, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Baca Juga: Ibu Menyusui Konsumsi Telur, Amankah untuk ASI?

Meskipun demikian, dehidrasi parah dapat menyebabkan suplai ASI menurun. Namun, jangan khawatir karena hal ini dapat dengan mudah dihindari jika ibu menjaga asupan cairan tercukupi sepanjang malam.