Di hari lebaran, kurang lengkap rasanya jika tak mengonsumsi makanan bersantan. Namun, jangan sampai kalap ya! Makanan bersantan bisa membuat kadar kolesterol dalam tubuh jadi tinggi. Jika kadar kolesterol tinggi, tentu akan berbahaya bagi kesehatan.

Faktanya, kadar kolesterol di dalam tubuh berguna untuk membentuk vitamin D serta asam empedu yang dapat mencerna lemak. Dalam jumlah yang normal, kolesterol juga berkerja untuk membentuk sel-sel baru dalam tubuh.

Seperti lemak, kolesterol tak larut dalam air. Sebaliknya, transpornya ke dalam tubuh bergantung pada molekul yang disebut lipoprotein, yang membawa kolesterol, lemak, dan vitamin yang larut dalam lemak di dalam darah.

Jenis lipoprotein yang berbeda memiliki efek yang berbeda pada kesehatan. Misalnya, kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) yang tinggi menyebabkan penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyumbatan arteri, stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. LDL juga disebut sebagai kolesterol jahat.

Sebaliknya, kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) membantu membawa kolesterol menjauh dari dinding pembuluh dan membantu mencegah penyakit-penyakit yang mengancam nyawa. Lantas bagaimana cara mengontrol kadar kolesterol selama lebaran?

Olahraga

Olahraga sangat baik untuk kesehatan jantung. Tak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan membantu memerangi obesitas, tetapi olahraga juga mengurangi LDL yang berbahaya dan meningkatkan HDL yang bermanfaat di dalam tubuh. Setelah puas mengonsumsi makanan di hari lebaran, jangan lupa untuk melakukan olahraga ya!

Dalam sebuah penelitian, meskipun hanya olahraga intensitas rendah seperti berjalan kaki, itu bisa meningkatkan HDL atau kolesterol baik dalam tubuh. Berdasarkan review terhadap 13 penelitian, olahraga selama 30 menit lima hari dalam seminggu sudah cukup untuk meningkatkan kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Pantang Dikonsumsi Penderita Kolesterol, Jangan Coba-coba Ya!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas