Terapi air hangat sepertinya familiar bagi setiap orang. Terapi dengan cara berendam air hangat ini nyatanya memiliki segudang manfaat, lho!

Bahkan katanya berendam air hangat bisa menyembuhkan stroke. Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Karena terapi untuk penyembuhan stroke adalah hand bathing, bukan terapi berendam air hangat,

Hand bathing sendiri merupakan metode yang digunakan oleh perawat Jepang untuk membersihkan tangan pasien sambil direndam air hangat. Metode ini lebih bermanfaat dibanding dengan mencuci tangan biasa sebab pijatan dan stimulasi panas yang difokuskan pada saat mencuci tangan.

Penelitian menunjukkan bahwa hand bathing dapat dilakukan untuk penyembuhan stroke. Sedangkan berendam air hangat hanya untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Supaya gak salah lagi, yuk simak manfaat terapi air hangat yang sebenarnya.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Berendam air hangat dapat membantu menjaga kesehatan kardiovaskuler. Namun, jangan sampai suhu airnya ketinggian, yah! Karena hal tersebut dapat memberikan tekanan berlebih pada jantung, khususnya bagi yang memiliki gangguan jantung sebelumnya.

Pastikan air hangat berada pada suhu 33,3-37,7 derajat celcius. Terapi air hangat ini dapat melatih jantung dan membuatnya berdetak lebih cepat.

  1. Membantu melegakan pernapasan

Berendam air hangat hingga bahu dapat memberikan manfaat pada kemampuan paru-paru untuk menerima asupan oksigen. Hal ini berkaitan dengan manfaat air hangat pada jantung.

Apabila jantung berdetak lebih cepat, maka asupan oksigen turut meningkat. Selain itu, uap dari air hangat mampu membersihkan sinus dan dada yang dapat melegakan pernapasan.

  1. Menyehatkan sistem saraf

Berendam air hangat dapat mengurangi sakit dan peradangan. Selain itu terapi ini dapat menenangkan sistem saraf pada tubuh.

Baca Juga: Mengapa Makanan Hangat Baik Dikonsumsi saat Sakit?

Apabila saraf tubuh rileks, hal ini dapat memperbaiki suasana hati. Stress dan kecemasan dan tubuh juga ikut reda melalui terapi ini.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas