Seperti yang kita ketahui, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona semakin hari kian bertambah. Menurut data pada Rabu, (8/04/2020), jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 sudah mencapai angka 2.956 kasus. Masyarakat pun harus waspada dengan virus corona ini. Namun, ternyata variasi DNA manusia berpengaruh lho dengan seberapa rentan individu terhadap infeksi virus corona.

Para peneliti di seluruh dunia sedang berusaha untuk mengungkap kebenaran variasi DNA di antara manusia dapat mempengaruhi seberapa rentan individu terhadap infeksi COVID-19. Mereka mengumpulkan genetik dan perbedaannya dari para pasien yang terinfeksi virus corona tersebut.

Baca Juga: Update Corona 8 April 2020: Bertambah 218 Kasus! Kini, 2.956 Orang Positif Terinfeksi Virus Corona

Yosuke Tanigawa dan Manuel Rivas dari Stanford University, Amerika Serikat, yang terlibat dalam inisiatif Genetika Host mengatakan bahwa hasil limfosit atau sel darah putih mungkin berperan dalam kerentanan terhadap infeksi virus dan perkembangan penyakit virus corona atau COVID-19.

Tim peneliti juga menemukan pengurangan risiko infeksi yang signifikan pada orang dengan golongan darah O. Sebelumnya, penelitian di Cina terhadap 2.173 pasien, ditemukan bahwa tingkat infeksi lebih tinggi dan gejala lebih parah pada pasien golongan darah A. Berbeda dengan orang yang bergolongan darah O, ia akan memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah.

Baca Juga: Mampu Menangkal Virus Corona! Yuk Konsumsi Buah Jeruk dengan Kulitnya Agar Terhindar dari Bahaya COVID-19

Baca Juga: Minum Banyak Air Putih Dapat Menangkal Virus Corona? Bener Enggak Sih?

Pandemi virus corona ini sudah menyebar ke hampir seluruh dunia. Indonesia juga kini sudah terkena banyak dampaknya. Yuk, bersama-sama kita berupaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau COVID-19.