Ketika memutuskan melangkah ke jenjang pernikahan, setiap pasangan pasti ingin memiliki hubungan yang langgeng. Namun, enggak ada hubungan yang luput dari masalah.

Ketika terikat dalam pernikahan, masing-masing pasangan harus berkompromi dengan masalah yang akan terjadi di dalam rumah tangga. Tapi, akan ada saja masalah besar yang mungkin sudah tak bisa ditolerir. Ketika hal itu terjadi, tentu satu-satunya pilihan adalah dengan perceraian.

Tentu tak ada yang mau hubungan pernikahannya berakhir dengan perceraian. Pasalnya perceraian akan menimbulkan luka yang mendalam untuk banyak orang. Tapi, jika itu keputusan yang terbaik janganlah terus larut dalam kesedihan. Ada juga lho pelajaran yang bisa dipetik dari perceraian. Apa saja ya?

1. Pasangan Tak Akan Berubah

Ketika kamu memutuskan untuk bercerai karena sikap atau sifatnya yang sudah tak bisa lagi ditoleransi, kamu sebaiknya berpisah. Terlebih jika pasanganmu terus menerus berperilaku kasar. Kamu tak perlu larut dalam kesedihan pasalnya cinta saja tak cukup untuk mengubah sifat dasar seseorang. Hal ini harus ditanamkan dalam diri sehingga ketika nanti akan mulai kembali menjalin hubungan, kamu tak akan berekpektasi terlalu tinggi terhadap seseorang.

2. Fokus Mencintai Diri Sendiri

Pelajaran hidup setelah perceraian yang bisa dipelajari adalah fokus untuk mencintai diri sendiri. Ketika menikah, seseorang cenderung sibuk berusaha untuk mengubah pasangannya seperti yang dimau. Nah, hal ini tentu membuat kamu menjadi kurang memperhatikan diri sendiri. Menurut ahli kodependensi dan hubungan, Ross Rosenberg, pola ini biasa terjadi dan pasangan sering kali berada dalam hubungan yang tak sehat sehingga bisa membahayakan diri sendiri.

"Daripada menginvestasikan energimu untuk memperbaiki pasangan, buatlah komitmen untuk meningkatkan beberapa kemampuan yang kamu miliki," ujar Ross dikutip dari Huffpost (19/5/2021).

Baca Juga: Tak Melulu soal Penetrasi, Ini Cara Aman Memuaskan Pasangan dengan Mulut

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas