Setiap orang tua pasti ingin anaknya terus tumbuh dengan sehat. Segala diberikan demi membuat tubuh anak terhindar dari penyakit, mulai dari asupan makanan yang bergizi hingga memberikan suplemen vitamin.

Namun, ada masa di mana daya tahan tubuh anak mulai menurun. Pada saat itulah anak menjadi rentan terkena penyakit.

Biasanya penyakit yang dialami oleh anak tak jauh dari demam hingga flu. Nah, beberapa obat-obatan ini perlu dipersiapkan para orang tua agar bisa menjadi pertolongan pertama saat anak terserang penyakit, apa saja ya?

1. HUFAGRIPP Flu & Batuk Syrup

Moms perlu memiliki obat flu di rumah. Jadi, jika anak sudah mulai mengalami gejala flu, obat ini bisa meringankan penyakitnya. HUFAGRIP Flu dan Batuk bisa meringankan gejala-gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk berdahak.

Dengan rasa Tutty Fruity, HUFAGRIPP Flu dan Batuk membuat anak lebih nyaman untuk mengonsumsi obat. Namun, moms perlu memperhatikan aturan pakainya ya! Dibawah 2 tahun lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter

2. Proris Suspensi

Selain flu, anak juga rentan mengalami demam. Untuk itu, moms perlu siapkan Prosis suspensi di rumah. Ini adalah obat penurun panas dan demam pada anak. Selain itu, proris juga bisa membantu meringankan nyeri ringan sampai sedang lho.

Proris merupakan obat penurun deman berbentuk sirup dengan rasa jeruk. Tersedia tutup takar di dalam unit box dan harus diminum setelah makan. Obat ini juga enggak direkomendasikan untuk anak di bawah usia 1 tahun ya!

3. Tempra Syrup

Selain proris, moms juga bisa menggunakan Tempra Syrup. Obat ini juga bisa menurunkan panas dan meredakan nyeri pada anak.

Obat ini ditujukkan untuk anak berusia 1 sampai 6 tahun. Komposisi setiap 5  ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol.

Baca Juga: Anak Alami Kejang Demam, Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Tempra Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas