Pemberitaan soal Nagita Slavina yang menjadi ikon PON XX 2021 sedang ramai dibicarakan. Ada yang setuju dan enggak mempermasalahkan, tapi ada juga yang menolak Nagita menjadi ikon PON XX 2021.

Mendengar ramainya pro dan kontra soal Nagita Slavina yang menjadi ikon PON XX 2021, Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Provinsi Papua memberikan sebuah pembelaan.

Ketua Harian PB PON Provinsi Papua Yunus Wonda mengatakan bahwa keputusan tersebut enggak menghilangkan fakta kalau masyarakat Papua tetap memiliki keterwakilan di PON XX 2021.

Selain menunjuk Nagita Slavina menjadi ikon Pekan Olahraga Nasional, panitia juga memilih pesebakbola Boaz Salossa sebagai duta PON XX 2021. 

"Boaz Solossa merupakan keterwakilan orang Papua yang sudah kami angkat," kata Yunus Wonda.

Ketua Panitia PB PON Provinsi Papua itu juga menegaskan bahwa dalam acara pembukaan dan penutupan PON XX akan ada 80 persen anak-anak Papua yang mengisi acara tersebut.

Baca Juga: Nagita Slavina Gelar Selamatan 4 Bulan Kehamilan, Netizen Kirim Doa: Sehat-sehat, Ya!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas