Gubenur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendukung program pemberian anugerah "Ruhana Kuddus Award". Penghargaan tersebut akan diberikan kepada jurnalis perempuan atau wartawati terbaik di Indonesia. Rencananya, penghargaan itu akan diberikan setiap tahunnya.

Ruhana Kuddus Award atau nama lainnya, nantinya akan disepakati bersama oleh semua stakeholder terkait. Seperti Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan sebagainya, termasuk tokoh-tokoh pers lainnya.

Ruhana Kuddus adalah pionir tokoh pers Indonesia, jurnalis perempuan atau wartawati pertama di Indonesia. Sosok perempuan yang menginspirasi ini  ditetapkan menjadi pahlawan nasional asal Sumatera Barat sejak 2019.

"Kita menyambut baik jika ada inisiasi memberikan penghargaan kepada wartawati atau jurnalis perempuan di Indonesia. Apalagi penghargaan tersebut dinamakan dengan Ruhana Kuddus Award," ungkap Gubernur Buya Mahyeldi, dalam kunjungannya ke kantor pusat IDN Times di Menara IDN Media, Jakarta, Jumat (4/6/2021).

"Ruhana Kuddus adalah wartawati pertama di Indonesia yang sekarang telah menjadi pahlawan nasional dan berasal dari Sumatera Barat. Kita harapkan hal ini segera terwujud dan pemprov Sumbar siap memfasilitasinya," sambungnya.

Usulan awal disampaikan oleh Kadis Kominfotik Sumbar Jasman, menjemput beberapa poin Hari Pers Nasional (HPN) di Padang tahun 2018. Dimana, salah satu rekomendasinya adalah memberikan penghargaan khusus kepada wartawati atau jurnalis perempuan setiap tahunnya. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas