Ketika memiliki bayi, para orang tua masih sibuk mengurus segala keperluannya. Salah satu urusan yang paling sering dilakukan adalah mengganti popok bayi.

Idealnya pergantian popok pada bayi dilakukan selama 2 sampai 3 jam sekali, terlebih jika bayi baru lahir. Dengan begitu, para orang tua pun akan mengatahui secara detail mengenai si kecil, termasuk aroma urinenya.

Mungkin beberapa orang tua pernah memergoki aroma yang menyengat dari urine si kecil dan hal itu membuat para orang tua khawatir akankah membahayakan kesehatannya. Lantas apakah kondisi bayi yang memiliki urin berbau tajam perlu dikhawatirkan?

Urine berbau kuat pada bayi bisa jadi kondisi yang normal. Tapi harus juga diperhatikan kondisi bayinya. Jika urine bayi berbau menyengat namun, kondisinya baik-baik saja atau tak menunjukkan tanda-tanda kekurangan ASI bisa jadi itu pertanda normal. Ditambah jika urine bayi masihberwarna pucat.

Pada dasarnya urine bayi cenderung memiliki sedikit bau, tapi seiring bertambahnya usia aroma urine bayi akan berubah. Jika merasa khawatir, bukan hal yang buruk untuk berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Mitos atau Fakta, Susu Formula Bikin Si Kecil Obesitas?

Tapi, urine yang menyengat juga bisa jadi pertanda infeksi lho. Melansir laman Belly Belly (10/6/2021) peneliti Kanada menemukan bahwa urine bayi yang berbau busuk dikaitkan dengan infeksi saluran kemih (ISK). Tapi, hal ini hanya bisa dipastikan jika berkonsultasi dengan dokter.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas