Ada beberapa kondisi yang membuat sebagian ibu tak bisa memberikan ASI secara langsung kepada anaknya. Ketika itu terjadi, salah satu cara yang dipilih untuk memenuhi nutrisi si kecil adalah dengan memberikan susu formula.

Namun, masih banyak mitos yang beredar mengenai susu formula. Misalnya adalah mengenai risiko obesitas pada anak yang mengonsumsi susu formula.

Melansir laman Belly Belyy (16/6/20212) sebuah organisasi kesehatan terkemuka seperti Dewan Riset Kesehatan dan Medis Nasional Australia (NHMRC), American Academy of Pediatrics, dan Organisasi Kesehatan Dunia memang merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama sekitar enam bulan. Pasalnya para ahli sepakat bahwa ketika si kecil tak diberikan ASI, itu bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas.

Para ahli khawatir bahwa di dalam susu formula tak terkandung leptin. Perlu diketahui bahwa leptin adalah hormon yang membantu mengatur asupan makanan. Kandungan ini ada di dalam ASI, tetapi tak ada pada susu formula. Kurangnya leptin dalam susu formula dapat mengurangi regulasi diri bayi yang diberi susu formula.

Baca Juga: 4 Penyakit Langka Ini Dapat Mengintai Bayi yang Baru Lahir, Moms Harus Waspada Nih!

Selain itu, susu formula juga mengandung lebih banyak protein. Susu formula memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dari ASI. Ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan bayi yang diberi susu formula lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI. Pertumbuhan yang lebih cepat pada masa bayi dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas di kemudian hari.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas