Nagita Slavina kembali bagikan konten masak-masak dalam channel YouTube-nya. Ternyata, ia muncul dengan masakan sultan yang habiskan biaya jutaan rupiah.

Nagita Slavina masak tongseng menggunakan daging sapi yang tak biasa. Ia menggunakan Wagyu A5 yang dibandrol dengan harga jutaan rupiah.

“Hari ini aku mau Rans Cooking masak tongseng. Tapi tongseng biasa, aku bikinnya pakai daging yang enak banget deh pokoknya!" kata Nagita Slavina dilansir dari channel YouTube RANS Entertainment.

"Nah ini dagingnya bukan sembarang daging, karena bukan daging yang beli di pasar gitu ya. Sebenarnya biasanya tuh dimasak buat steak gitu, tapi hari ini aku mau bikin jadi tongseng," lanjutnya.

Ia memasak bersama seorang content creator yang ahli soal daging, Dims The Meat. Pria dengan nama asli Dimas itu menjelaskan mengenai daging Wagyu A5 sebelum mulai memasak bersama Nagita Slavina.

"Jadi Miyazaki itu dari prefekturnya kotanya. Dagingnya diambil dari sana, nah Miyazaki ini emang salah satu produsen top untuk A5 dia. Terus dia tuh striploin, jadi di bagian yang sering dipakai untuk gerak di sapi," jelas Dimas.

"Nah ini grade-nya A5, jadi A5 ini tuh paling tinggi. Dari warnanya, dari tingkat marbling-nya, dari aromanya. Terus marblingnya, semakin kompleks si putih-putihnya ini yang tengah ini semakin empuk, juicy, lembut dan lebih enak. Jadi kita bumbuinnya sebenarnya dikit aja," lanjut Dimas.

Daging Wagyu yang dibawa Dimas seharga Rp6 juta per kilogramnya. Daging ini memiliki rasa yang enak meskipun dibumbui secara sederhana.

Sebelumnya, Dimas dibuat kaget dengan permintaan Nagita. Ia tak menyangka istri Raffi Ahmad ini akan masak tongseng menggunakan daging sapi yang mahal itu.

"Apa kak? Tongseng? Ini Wagyu A5 kak, beneran?" tanya Dimas.

Baca Juga: Transformasi Wajah Baru Raffi Ahmad Bikin Nagita Slavina Cekikian, Tambah Ganteng?

Namun, ia tetap mengikuti keinginan Nagita dan mulai memasak. Akhirnya, tongseng daging Wagyu A5 itu berhasil disajikan dan disantap dengan nasi panas.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas