Mendengkur adalah masalah umum yang dialami banyak orang. Mendengkur bukan hanya dialami oleh orang dewasa, itu juga bisa terjadi pada bayi. Tapi apakah mendengkur umum dialami oleh bayi?

Melansir laman MomJunction (30/6/2021) mendengkur normal dialami bayi, termasuk yang baru lahir. Mendengkur terjadi ketika saluran udara di tenggorokan tersumbat atau menyempit. Dengan begitu udara yang dihirup membuat jaringan tenggorokan bergetar. Otot bayi, termasuk otot leher, rileks saat tidur, sehingga menekan dinding posterior (dinding belakang) saluran udara yang menyebabkan bayi mendengkur.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua untuk menyadari pola dengkuran bayi karena sangat penting untuk deteksi secara tepat. Frekuensi bayi mendengkur akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, mendengkur bisa menjadi gejala kondisi medis yang serius lho. Lantas apa penyebab bayi mendengkur?

1. Lubang hidung tersumbat

Hidung tersumbat sering terjadi pada bayi karena bayi belum bisa mengeluarkan lendir dari hidungnya. Hidung tersumbat juga bisa terjadi karena kelainan anatomi. Ini biasanya jarang terjadi tetapi bisa serius, misalnya atresia koanal.

Atresia koanal adalah kondisi bawaan di mana struktur tulang atau tulang rawan menghalangi bagian belakang lubang hidung. Hal ini dapat menyebabkan aliran udara yang jarang melalui hidung, membuat bayi mendengkur saat tidur.

Ada juga kondisi yang disebut septum hidung menyimpang, di mana satu saluran hidung lurus sementara yang lain bengkok. Ini mempersempit bagian satu lubang hidung dan dapat menyebabkan mendengkur dan mendengus.

Ketika disebabkan oleh lubang hidung yang tersumbat, bayi mungkin menunjukkan ketidaknyamanan saat bernapas dan hidung meler sepanjang waktu. Saluran hidung yang menyempit dapat membuat bayi bernapas dari mulut.

Baca Juga: Kenapa Pria Lebih Sering Mengorok daripada Wanita? Ini Kata Penelitian!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas