Bercinta jadi salah satu cara untuk mengeratkan hubungan dengan pasangan. Namun, bercinta enggak harus melulu soal penetrasi. Apalagi untuk para suami istri yang harus terpisahkan oleh jarak.

Di zaman sekarang, sudah banyak alat yang bisa membantu keintiman pasangan suami istri. Misalnya penggunaan sex toys. Tapi, di Indonesia penggunaan sex toys masih sangat tabu. Apalagi untuk pasangan yang sudah menikah, sex toys dianggap sesuatu hal yang memalukan.

Menurut Sisil, pemilik akun instagram @sisilism dan juga seorang seks edukator menjelaskan bahwa sebenarnya sex toys itu merupakan barang komplementer. Sama seperti makan, setiap orang tentu menginginkankan menu yang berbeda. Hal itu pun berlaku untuk penggunaan sex toys yang sebenarnya bisa menjadi variasi atau sensasi yang berbeda saat bercinta dengan pasangan.

“Sex toys itu barang komplementer. Di mana kalau misalnya suami lagi nggak ada di dekat kita, lagi LDR atau misalnya buat yang single kalau lagi mau main sendiri gitu sih,” ujar Sisil ketika live instagram bersama HerStory beberapa waktu lalu.

“Gak selamanya seks itu harus penetrasi. Gak selamanya seks harus berdua mulu. Ada juga yang memilih untuk sendiri-sendiri mungkin saling liat-liatan. Masturbasi itu memang jadi sarana untuk diri sendiri karena sensasinya akan berbeda. Jadi aku rasa itu cuma kayak perbedaan menu aja gitu. Kalau setiap hari makannya sama terus kan juga bosen ya. Jadinya kayak ada siklus yang ngebedain, dan aku rasa itu gak jadi masalah sih,” sambung Sisil.

Apakah Jika Menggunakan Sex Toys Berarti Istri Tak Puas dengan Performa Suaminya?

“Itu sama sekali enggak Betul. Karena dua-duanya akan memberikan sensasi yang berbeda. Sex toys itu kan nggak bisa ngasih rasa sayang, nggak bisa dipeluk gitu. Jadi pasti akan beda banget,” imbuh Sisil.

“Jadi aku enggak setuju kalau misalnya sex toys  akan jadi pengganti suami. Seperti yang tadi aku bilang bahwa sex toys kan barang komplemen, nggak bisa menggantikan pasangan pastinya,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: Ini 5 Cara Sederhana yang Bisa Bikin Istri Bahagia, Coba Kasih Kode ke Suamimu Deh Moms!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas