Bayi yang baru lahir sangat menggemaskan dengan matanya yang berbinar, hidung yang mungkil, mulut yang imut, dan pipi yang merah. Sebagai rasa syukur atas kelahiran si kecil, orang tua pun bisa menghabiskan berjam-jam menatap keajaiban dari tubuh bayi.

Namun, seiring berjalannya usia ada beberapa 'kesalahan' yang dilakukan orang tua dalam merawat bayi. Salah satu kesalahan umum adalah posisi tidur yang membuat bentuk kepalanya menjadi datar atau biasa disebut peyang.

Melansir laman MomJunction (12/7/2021) sebagian besar bayi yang dilahirkan melalui vagina memiliki kepala dengan bentuk yang berbeda-beda karena tekanan yang diberikan saat melewati jalan lahir. Tekanan ini pun juga bisa jadi salah satu pemicu mengapa si kecil memilki bentuk kepala peyang atau datar karena bagian kepala bayi masih sangat lembut dan fleksibel.

Selain itu, rupanya otot leher bayi ketika baru lahir masih sangat lemah. Ketika dibiarkan tidur dengan posisi telentang dalam waktu yang lama ini menyebabkan kepala peyang pada bayi atau dikenal sebagai Positional Plagiocephaly.

Jika tak ingin hal ini terjadi pada bayimu, berikut ini beberapa cara untuk mencegah perubahan bentuk kepala bayi menjadi peyang atau datar:

Ubah Posisi Kepala

Ketika baru lahir, bayi akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Nah, inilah saat-saat yang menentukan bagi pembentukan kepalanya.

Coba ubah posisi kepala bayi setiap satu jam sekali. Hal ini berguna untuk mengurangi tekanan pada satu sisi bagian kepala dan mencegah kepala berubah bentuk menjadi datar.

Baca Juga: Ini Sederet Cara Memilih Pakaian Bayi yang Aman dan Nyaman, Nomor 4 Penting Banget!

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas