Banyak sekali anak-anak bangsa yang membanggakan Indonesia. Salah satunya adalah seorang penulis muda bernama Natasha Sondakh yang namanya sudah mendunia.

Kepiawaiannya dalam menulis sudah enggak perlu diragukan lagi. Wanita asal Jakarta ini sudah suka menulis sejak usia 6 tahun. Enggak heran jika ia sudah meraih penghargaan yang karya-karyanya diterbitkan di berbagai majalah sastra, serta diakui oleh University of Iowa, Columbia University dan The Alliance for Young Artists & Writers.

"Saya mulai hobi menulis sejak umur 6 tahun. Ketika masuk SD kelas 1, orang tua saya tak memperbolehkan saya untuk main game atau gadget pada hari kerja. Oleh karena itu, setelah menyelesaikan tugas sekolah, saya hanya bisa membuang waktu di dunia sastra, membaca buku atau menulis sebuah cerita," kata Natasha saat wawancara eksklusif deng HerStory beberapa waktu lalu.

"Dengan latihan menulis berhari-hari dan menerima dukungan dari keluarga dan teman-teman, saya jadi semangat untuk mengembangkan hobi menulis ini untuk menjadi sesuatu yang lebih serius," sambungnya lagi.

Pada bulan April 2021, Natasha menerbitkan novel perdananya bertajuk She Smells of Turmeric di Amerika Serikat. Selain fiksi, Natasha juga memiliki pengalaman di aliran sastra yang lain seperti penerjemahan, puisi, dan jurnalistik 

Natasha pun membagikan ceritanya dalam proses menulis. Menurut mahahsiswa tingkat akhir di Northwestern University itu menulis adalah tindakan yang sulit. Hal itu disebabkan karena penulis mulai dari sebuah halaman kosong. Supaya bisa mengembangkan tokoh, latar, imaji, alur, dan lain-lain untuk menjadi naskah berkualitas, penulis perlu mengerjakan riset komprehensif sebelumnya.

"Dari pengalaman saya, riset tersebut menguatkan kerangka ceritanya.  Banyak orang berpikir bahwa proses menulis buku itu proses yang bebas, dimana alur dan tokoh cerita bisa mengalir ke dalam imajinasi si penulis," imbuh Natasha. 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas