Promosi gaya hidup sehat belakangan ini makin gencar dilakukan oleh banyak orang di media sosial. Sayangnya, banyak dari pilihan makanan yang dipilih selama diet berasal dari luar negeri dan harganya mahal.

Ternyata, banyak yang tak tahu bahwa sejumlah makanan Indonesia sebenarnya sangat cocok untuk dikonsumsi saat diet. Kalian cukup memilih makanan yang diolah dengan baik, rendah kalori, dan kaya nutrisi.

Berikut dilansir dari laman sindikasi GenPI.co membeber lima pilihan makanan Indonesia yang cocok untuk diet berikut ini:

1. Pepes Ikan

Makanan khas Sunda ini sangat cocok dikonsumsi saat diet. Pasalnya, pepes ikan kembung berukuran 100 gram hanya mengandung 167 kalori.

Selain itu, pepes ikan dimasak bersama beragam rempah yang tak hanya menambah rasa, tetapi juga memperkaya gizi.

2. Gado-Gado

Campuran sayuran di dalam gado-gado membuat makanan ini cocok dikonsumsi saat diet.

Tak hanya sayuran, gado-gado juga mengandung beberapa sumber protein hewani dan nabati, seperti telur rebu, tempe, dan tahu.

Seporsi gado-gado berukuran 100 gram memiliki 132 kalori.

3. Ikan Bakar

Mengolah ikan dengan dibakar akan membuatnya menjadi hidangan yang rendah kalori. Contohnya saja, ikan kembung bakar berukuran 80 gram hanya mengandung sekitar 80 kalori.

Selain itu, ikan mengandung nutrisi yang tinggi, terutama protein dan omega-3.

4. Pepes Tahu

Hidangan ini tak kalah enak dan bergizi dari pepes ikan. Tak banyak yang tahu bahwa pepes tahu mengandung vitamin, asam amino, kalsium, dan fosfor.

Satu pepes tahu bahkan hanya mengandung sekitar 63 kalori.

5. Karedok

Karedok bisa dibilang adalah saudara jauh gado-gado. Perbedaannya terletak pada sayuran di karedok yang masih mentah. Sementara itu, sayuran di gado-gado dimasak sampai matang.

Baca Juga: Sarapan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan, Ada Nasi?

Campuran sayuran di karedok biasanya adalah timun, tauge, kol, kacang panjang, kemangi, dan terong. Sayuran tersebut kemudian disiram bumbu kacang. Per 100 gram karedok hanya mengandung sekitar 125 kalori.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas
Lihat Sumber Artikel di GenPI Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.