Di tengah pandemi COVID-19, banyak orang yang mulai menyadari pentingnya memiliki penghasilan tambahan. Dengan begitu, banyak orang mulai membuka bisnis, mulai dari yang sederhana hingga bisnis besar.

Salah satu peluang usaha yang banyak dilakukan adalah wedding organizer. Di beberapa kota besar, usaha yang satu ini sudah bukan pekerjaan yang asing lagi.

Bisnis ini juga bisa dibilang sangat menjanjikan dan terencana. Terutama dalam cara saling bersaing dalam harga yang ditawarkan sebab banyaknya orang yang ikut mengelola dan berkontribusi dalam jasa serupa.

Menjadi seorang pengelola acara pernikahan jelas bukanlah sebuah tugas yang santai dan mudah. Sebab saat Anda merencanakan sebuah pernikahan, maka itu bukanlah sekedar pekerjaan.

Tugas utama dari penyedia jasa ini adalah menyusun jalannya pernikahan, dari mulai akad nikah, lalu ke pelaminan, bahkan katering, rias pengantin, sampai pada dokumentasi acara. Jelas orang yang melakoni pekerjaan tersebut haruslah orang telaten yang rapi dan cepat tanggap.

Jika kamu tertarik pada jasa populer yang satu ini maka perlu mengetahui beberapa tips agar bisa menjadi profesional. Dilansir dari laman Finansialku berikut ini beberapa tips dan triknya untuk memulai bisnis wedding organizer:

1. Wedding Organizer Dituntut Harus Selalu Kreatif

Peluang usaha wedding organizer memang besar, tetapi banyak pula tantangan yang harus dihadapi. Berikut tuntutan yang harus selalu memaksa imajinasi dan pikiran bekerja. Salah satunya adalah berpikiran terbuka dan kreatif.

Benar, mana mungkin ada seseorang yang menyewa jasa apabila mereka hanya menginginkan pesta pernikahan yang terlampau biasa saja? Karena alasan itulah penyedia jasa wedding organizer harus bisa berpikiran terbuka dan kreatif.

Selalu ingat, segala sesuatu akan tampak luar biasa dan menakjubkan apabila kamu bisa mengontrol imajinasi dan menggabungkannya menjadi ide brilian. Sesuatu yang biasa saja, apabila dibuat dengan imajinasi, hasilnya akan lebih memukau. Apalagi, tak hanya pengantin yang menentukan konsep, melainkan keluarga.

Oleh sebab itulah, jiwa seni akan ditantang untuk menggabungkan banyak pikiran dari berbagai orang dengan ekspektasi berbeda-beda.

Baca Juga: Acara Nikah Mendadak Diundur, Berapa Kerugian Lesti Kejora dan Rizky Billar?

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas