Di tengah perkembangan zaman, masyarakat mulai dimanjakan dengan beragam teknologi. Salah satunya adalah media sosial. Meski media sosial sangat meningkat penggunaannya, tetapi hal itu sangat berbanding terbalik dengan literasi membaca masyarakat, khususnya di Indonesia.

UNESCO bahkan menyebut bahwa Indonesia menduduki peringkat dua terbawah dalam hal literasi membaca. Dengan begitu, enggak heran bahwa masih banyak hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Jika hal ini terus terjadi, tentu akan membahayakan bangsa Indonesia.

Membaca adalah salah satu tiang pendidikan suatu bangsa. Dengan begitu, membaca jadi aspek terpenting untuk lebih memahami dan menguasai suatu ilmu pengetahuan. Menjadi kegagalan tersendiri bagi suatu bangsa yang tak berhasil menciptakan sebuah generasi yang mengedepankan budaya membaca.

Berangkat dari gambaran tersebut, Warta Ekonomi Group yang terdiri atas WartaEkonomi.co.id dan HerStory.co.id mengisiasi sebuah gerakan #BacaSampaiTuntas untuk turut menggaungkan literasi di Indonesia. Melalui gerakan #BacaSampaiTuntas, Warta Ekonomi Group mengajak masyarakat untuk membudayakan membaca informasi secara tuntas sehingga pemahaman yang diterima menjadi utuh dan menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat membentengi diri dari informasi yang bersifat provokatif maupun informasi yang tak benar.

Sebagai bagian dari campaign #BacaSampaiTuntas, Warta Ekonomi Group melakukan bincang-bincang dengan Pemimpin Redaksi Tempo, Budi Setyarso. Ia membagikan pandangannya terkait tren membaca di masyarakat Indonesia saat ini.

"Kalau di beberapa negara maju yang tingkat literasinya tinggi itu sebenarnya juga tidak datang serta-merta, karena telah dibiasakan dari kecil, misalnya saat sebelum mereka tidur. Jadi ada sistem yang membuat orang itu harus membaca sehingga tercipta kebiasaan-kebiasaan tersebut. Mungkin sebagai ilustrasi saja ya, banyak turis internasional yang sedang tiduran di pantai sambil membaca buku. Mereka di pesawat juga membaca buku. Mungkin itu bukan ilustrasi yang tepat, tetapi masyarakat kita tidak banyak yang mengisi waktu luangnya dengan membaca. Apalagi di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat," ujar Budi saat Live Instagram bersama Warta Ekonomi Group beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kerugian Orang yang Malas Baca #BacaSampaiTuntas

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas