Ilustrasi anak menggunakan masker untuk menghindari Covid-19 (hackensackmeridianhealth.org/Edited by HerStory)
Ia pun mengatakan, menurut IDAI, kegiatan isoman khusus untuk anak ini terbilang unik, karena berbeda sekali perlakuannya dengan dewasa.
“Yang pasti, isoman ini disarankan bagi pasien, termasuk anak, yang positif Covid-19 dengan gejala ringan dan tidak memiliki komorbiditas atau penyakit penyerta yang dapat memperparah gejala, seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes, asma, atau paru-paru kronis,” ujar Dr Wawan.
Ia melanjutkan, salah satu panduan merawat anak yang kena Covid-19, maka orang tua yang merawat anak harus selalu menggunakan masker dan rajin mencuci tangan sebelum dan setelah mengurus anak. Anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tak dipakaikan masker, terutama saat tidur, karena ditakutkan dapat mengganggu jalur pernapasannya.
Kemudian, apabila ibu dan anak berbeda status (satu positif dan satu negatif) dan harus berbagi ruangan, maka jarak tempat tidur harus diatur sejauh 2 meter.
“Lalu, jangan lupa berilah selalu dukungan psikologis pada anak. Beri ia penjelasan sesuai dengan kematangan usianya mengenai kondisi isoman dan hal-hal yang harus ia lakukan agar cepat sehat,” paparnya.
Saat isoman bersama anak di rumah, kata Dr Wawan, jangan lupa untuk rajin melakukan disinfeksi ruangan. Selain itu, orang tua juga perlu mencatat kondisi kesehatan anak setiap hari (membuat logbook) seperti suhu, saturasi oksigen, gejala yang dialami (pusing, batuk pilek, mual, diare, dan lainnya). Perhatikan juga makan dan minumnya, juga vitamin dan obat yang ia harus anak konsumsi.
“Namun perlu diingat, jangan sembarang memberikan vitamin bahkan obat untuk anak. Meski bisa dibeli bebas, maka alangkah baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter anak Anda. Tidak semua vit jadi aman dan dibutuhkan. Nah terlebih untuk kasus Covid ini seakan-akan ada ‘Indonesia Raya-nya’ sendiri kan, dapet vitamin C, Zinc, vit D jadi anak itu dijemur juga deh lama-lama. Padahal menurut ahli tumbuh kembang itu, vit D memang dari sinar matahari, tapi jam berapa dulu, berapa lama, setiap wilayah itu berbeda-beda. Jadi jangan beranggapan vit D itu akan tercukupi hanya dengan berjemur. Konsultasikan demgan dokter anak Anda. Jangan diputuskan sendiri! Itu bukan sesuatu yang bijak,” tegas Dr Wawan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.